Jurnalis meletakkan bunga mawar saat mengikuti doa bersama untuk jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (17/9/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan operasi pencarian terhadap speed boat Arupadhatu 1 yang membawa delapan orang, termasuk lima jurnalis foto, pada Kamis (17/9/2026). Operasi SAR dihentikan setelah upaya yang dilakukan selama 10 hari terakhir tidak juga membuahkan hasil.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan pihaknya sudah berupaya melakukan pencarian dengan maksimal dalam 10 hari ini. Namun, upaya yang dilakukan masih belum membuahkan hasil, sehingga pihaknya memutuskan untuk menghentikan operasi SAR.
"Seperti tadi yang disampaikan Pak Gubernur, operasi SAR ini tidak berhenti sampai di sini," kata dia, Kamis malam.
Ia menambahkan, pihaknya tidak hanya melakukan pencarian di laut. Tim SAR gabungan juga melakukan pencarian di pulau yang berada di sekitar lokasi speed boat dilaporkan hilang.
"Ya, seperti tadi saya sampaikan, pulau-pulau itu semua sudah kita lalui dan kita sudah sapu, ya," kata dia.
Ia menyatakan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan melalui SRUP, VTS, termasuk dari Lanal. Pihaknya juga akan terus membuka informasi dari aktivitas-aktivitas kapal yang melintasi Selat Sunda apabila menemukan tanda-tanda speed boat Arupadhatu 1 maupun seluruh korban yang dinyatakan hilang.
"Apabila itu ada tanda-tanda, operasi SAR akan dinyatakan dibuka kembali," kata dia.
Al Amrad memastikan, upaya pemantauan akan dilakukan tanpa adanya batas waktu. Artinya, ketika suatu hari didapatkan informasi baru, pihaknya akan kembali melakukan operasi SAR.
"Untuk tenggat waktu itu tidak ada. Ya, jadi apabila kapal-kapal yang melintas di situ menemukan objek yang mungkin dari kapal Arupadhatu 1 atau survivor, itu akan tetap disampaikan ke kami," ujar dia.

2 days ago
12















































