Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/2/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut menyeret orang-orang kepercayaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. Selepas operasi itu, yang bersangkutan absen di rapat di DPR.
Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan tak menjawab ketika ditanya mengenai keberadaan Nusron Wahid yang tidak hadir dalam rapat bersama Komisi II DPR RI selama dua hari. Ossy menjelaskan dirinya hadir mewakili Nusron atas penugasan darinya.
“Saya hadir di sini kemarin mewakili, tentunya itu adalah penugasan dari beliau sebagai Menteri ATR/BPN. Dan tentunya terkait agenda dan jadwal Bapak Menteri, ya mungkin sudah menyesuaikan dengan agenda dan jadwal beliau yang sudah terjadwalkan,” kata Ossy saat ditemui di kompleks parlemen Senayan, Rabu (16/9/2026).
Ketika ditanya apakah Nusron berada di Jakarta, Ossy mengatakan perlu mengecek informasi tersebut kepada Sekretariat Menteri. “Saya harus cek dengan Sekretariat Menteri kalau seperti itu, ” katanya.
Ossy menegaskan, ketidakhadiran Nusron bukan berarti tidak ada komunikasi. Ia menyebut komunikasi dengan Menteri ATR/BPN tetap berlangsung setiap hari. “Tidak gitu,” kata Ossy saat ditanya apakah belum ada komunikasi dengan Nusron.
“Ya saya nggak bisa menyampaikan itu karena kan saya juga enggak berdampingan dengan beliau. Tapi pastinya ya pasti mengikuti. Dan... Mas, ini kan masih arahan beliau semua. Penugasan saya ke sini juga atas arahan beliau. Oke?” ujarnya.
“Setiap hari kami terus berkomunikasi karena kan kementeriannya terus masih dipimpin oleh beliau,” katanya mengakhiri.
Sementara Nusron belum menjawab ketika coba dihubungi Republika dua hari belakangan.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menduga Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq (FEZ) menjadi penampung uang hasil korupsi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
"FEZ ini salah satu pihak swasta yang diduga orang kepercayaan menteri dan juga berperan selaku penampung uang," kata Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

6 hours ago
6















































