Pasaman Barat inventarisasi wilayah pertanian berpotensi kekeringan.
REPUBLIKA.CO.ID, SIMPANG EMPAT, – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mulai menginventarisasi wilayah pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang akan datang. Bupati Pasaman Barat Yulianto menyatakan bahwa langkah ini dilakukan bersama Dinas Tanaman Pangan Hortikultura untuk mengidentifikasi sumber air alternatif dan meningkatkan koordinasi dengan kelompok tani.
Ancaman kekeringan ini menjadi topik pembahasan dalam rapat koordinasi nasional dengan Kementerian Pertanian pada Senin, 20 April. Pemkab Pasaman Barat berkomitmen menjaga ketahanan pangan di tengah dinamika iklim yang semakin menantang.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat, Afdal, mengatakan saat ini lahan persawahan di Pasaman Barat tidak mengalami masalah air karena ketersediaan sungai dan belum dilanda musim kemarau. Meski demikian, pihaknya tetap menginventarisasi daerah rawan kekeringan dan mencari sumber air alternatif di masa depan.
Pemkab juga sedang melakukan rehabilitasi serta optimalisasi lahan yang terdampak bencana alam dengan dukungan dari Kementerian Pertanian. Ini termasuk perbaikan jaringan irigasi yang terganggu. Langkah awal berupa rehabilitasi sawah rusak ringan atau optimalisasi lahan seluas 172 hektare yang sedang dalam proses kontrak.
Selain itu, bantuan berupa DAM parit sebanyak 10 unit sedang dalam proses Survei Investigasi dan Desain (SID), serta optimalisasi lahan sawah reguler dengan indeks pertanaman di bawah seluas 1.000 hektare juga dalam tahap SID. Anggaran yang telah diterima langsung disalurkan ke rekening kelompok tani dan dikerjakan secara swakelola.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
1
















































