Tersangka Korupsi MBG Glory Harimas Jual SPPG Rp100 Juta per Titik, Setor Rp20 Juta ke Dadan

1 hour ago 2

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Jampidsus, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2025). Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menahan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN yaitu Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung. Mereka ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana kasus korupsi penyimpangan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, Glory Harimas Sihombing (GHS) ditetapkan sebagai tersangka ke-6 dalam kasus korupsi Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Kejaksaan Agung (Kejakgung), Kamis (18/6/2026). Glory menjual Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada mitra Rp100 juta per titik.

Direktur Penyidikan Jampidsus Syarief Sulaeman Nahdi menerangkan, Glory menjelaskan, SPPG yang dijual Glory untuk satu titik dapur MBG kepada mitra paling kecil Rp100 juta. Dari penjualan titik itu, Glory menyetor sejumlah uang kepada mantan kepala BGN, Dadan Hindayana sejak 2025.

“Besaran penerimaannya itu di atas (Rp) 20 juta. Dan rata-rata sekitar seratusan juta. Dan pemberiannya itu dilakukan rutin, sejak 2025,” ujar Syarief saat mengumumkan Glory sebagai tersangka, Kamis.

“Saudara GHS ini merupakan pihak swasta yang diminta oleh tersangka DH selaku kepala BGN untuk mencari mitra dalam rangka pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis,” kata Syarief.

Syarief menjelaskan, Dadan memberikan akses kepada Glory dalam memperoleh informasi titik-titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mitra BGN yang mendirikan dapur untuk memproduksi dan menyalurkan MBG ke siswa-siswa penerima manfaat. Dalam aturan main yang sudah ditentukan, pendirian SPPG harus melalui verifikasi dari BGN dan harus berasal dari yayasan-yayasan di sekolah penerima manfaat.

“Namun setelah yayasan saudara GHS memiliki titik-titik dapur, yayasan tersebut menjual dapur-dapur SPPG-nya kepada pihak-pihak yang berkeinginan untuk mendirikan dapur-dapur MBG di daerah-daerah titik-titik dapur untuk MBG tersebut,” kata Syarief. 

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|