PDAM Aceh Tamiang bentuk tim percepatan pemulihan jaringan air.
REPUBLIKA.CO.ID, ACEH TAMIANG, – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tamiang di Aceh Tamiang, Aceh, telah membentuk tim percepatan pemulihan jaringan transmisi air untuk memperbaiki kerusakan jaringan pascabanjir bandang. Langkah ini diambil untuk menjawab gangguan layanan yang dialami pelanggan sejak Desember dan Januari.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Tamiang Juanda menyatakan bahwa tim ini terdiri dari 65 orang karyawan yang dibagi berdasarkan zona-zona prioritas untuk memaksimalkan perbaikan di lapangan.
Untuk memastikan layanan air bersih tetap tersedia bagi masyarakat terdampak, PDAM Tirta Tamiang meluncurkan layanan one day service atau respons cepat. "Ini kami prioritaskan bagi pelanggan dari masyarakat atau komunitas, seperti hunian sementara, posko pengungsian, dan masjid," kata Juanda.
Juanda juga menyebutkan bahwa PDAM telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terkait kebutuhan bahan kimia, seperti 120 ton tawas dan 16,8 ton kaporit, untuk menjernihkan air selama empat bulan ke depan. Hal ini penting mengingat air sungai, yang merupakan bahan baku utama, saat ini sangat keruh akibat banjir.
Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti permasalahan kualitas air di daerah pengungsian akibat banjir. Tito telah memerintahkan Satuan Tugas (Satgas) Kuala TNI untuk membersihkan kuala dan muara sungai dari lumpur yang menumpuk.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 weeks ago
13

















































