Para pengunjuk rasa berdemonstrasi di Teheran, Iran, Sabtu (10/1/2026). Protes nasional dimulai pada akhir Desember di Pasar Besar Teheran sebagai tanggapan terhadap memburuknya kondisi ekonomi.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Pemadaman internet di ibu kota Iran, Teheran, sudah berlangsung selama lebih dari 70 jam atau memasuki hari keempat, menurut laporan salah satu koresponden RIA Novosti.
Layanan seluler pada siang hari terputus-putus dan mati pada malam hari, sementara layanan pesan SMS juga ditangguhkan, katanya.
Pada 8 Januari layanan pemantauan internet NetBlocks mengatakan Iran mengalami pemadaman internet nasional pertama selama terjadi gelombang protes dan aksi mogok saat ini yang dipicu oleh inflasi, penurunan standar hidup dan penurunan daya beli.
Aksi protes di Iran pertama kali pecah pada akhir Desember 2025 di tengah kekhawatiran kenaikan inflasi yang dipicu oleh melemahnya mata uang lokal, rial Iran.
Para demonstran mengeluhkan anjloknya nilai tukar mata uang yang mendorong kenaikan harga grosir dan eceran.
Sehubungan dengan situasi tersebut, Gubernur Bank Sentral Iran Mohammad-Reza Farzin mengundurkan diri dan digantikan oleh Abdolnaser Hemmati.
Disebutkan bahwa sebagian besar toko di perkotaan Iran tetap buka setiap hari, tetapi terpaksa tutup sebelum malam hari di tengah protes, yang disertai dengan kerusuhan dan bentrokan antara demonstran dan polisi di beberapa kota.
Sebagai contoh, pada Sabtu, hampir semua toko di Teheran tutup sebelum pukul 18.00 (waktu setempat).
Situasi di sejumlah kota masih tegang. Akibat kerusuhan tersebut, kebakaran terjadi di sebuah pasar tua di Kota Rasht, Ibu Kota Provinsi Gilan di barat laut negara itu.
sumber : sputnik / antara

3 hours ago
1















































