Newswire Selasa, 08 September 2026 13:37 WIB
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menambah alokasi Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung sebanyak 150.000 ton untuk membantu peternak unggas skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tambahan pasokan tersebut berasal dari stok jagung Perum Bulog dan ditujukan kepada peternak menengah ke bawah, bukan industri maupun pabrik besar.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan kebijakan tersebut telah diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan). Langkah itu ditempuh pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus harga jagung, terutama ketika peternak menghadapi musim paceklik.
"Bulog punya jagung, kita minta nanti jagungnya itu SPHP jagung 150 ribu ton untuk menyuplai peternak-peternak yang UMKM, bukan yang pabrik besar," kata Zulkifli Hasan yang biasa disapa Zulhas itu terkonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Paceklik Pengaruhi Produksi
Menurut Zulhas, kondisi musim kemarau menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi produksi jagung. Kondisi kering berkepanjangan membuat tanaman jagung berpotensi mengalami penurunan produksi sehingga pasokan di pasar ikut berkurang.
Situasi tersebut dapat berdampak terhadap harga jagung karena kebutuhan dan ketersediaan tidak lagi berada pada kondisi yang sama. Pemerintah kemudian menyiapkan tambahan SPHP jagung sebagai langkah menjaga pasokan bagi peternak yang membutuhkan bahan baku pakan.
"Agar harga (pakan jagung), karena ini musim paceklik. Jagung juga kering. Orang tanam jagung juga kan kering, produksinya pasti turun sekali bahkan mungkin tidak ada, turun," katanya.
Penambahan alokasi 150.000 ton tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi tekanan harga selama periode paceklik. Pasokan jagung dari Bulog diarahkan agar dapat dimanfaatkan peternak unggas skala mikro dan kecil.
Peternak Kecil
Melalui program SPHP jagung, pemerintah berharap peternak unggas skala mikro memperoleh bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau. Dukungan tersebut diharapkan membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak ketika pasokan jagung mengalami tekanan.
Zulhas menegaskan distribusi jagung SPHP tidak ditujukan untuk pabrik-pabrik besar. Stok jagung yang dimiliki Perum Bulog akan digunakan untuk menyuplai peternak menengah ke bawah yang dinilai membutuhkan dukungan pasokan.
Pemerintah juga akan memastikan ketersediaan jagung melalui Perum Bulog agar program stabilisasi pangan dapat berjalan sesuai sasaran. Dengan demikian, peternak kecil dapat memperoleh pasokan jagung selama periode musim paceklik.
"Nah, kalau itu pasti harga (jagung pakan) akan mulai naik, kan? Karena* supply and demand*. Nah, oleh karena itu jagung ini Bulog punya stok itu kita kasih SPHP untuk peternak-peternak yang menengah ke bawah, bukan yang pabrik-pabrik yang besar," kata Zulhas.
Kebijakan tambahan SPHP jagung tersebut sekaligus menunjukkan fokus pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan baku pakan bagi peternak unggas UMKM. Pemerintah mengandalkan stok jagung Perum Bulog untuk menjaga pasokan di tengah potensi penurunan produksi akibat musim kering berkepanjangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































