Pemukim Israel Bakar Dua Masjid di Tepi Barat Usai Bunuh Warga Palestina

1 hour ago 3

Anak laki-laki Palestina terlihat di sebuah rumah yang hancur setelah pasukan Israel menghancurkannya, di kota Hebron, Tepi Barat, pada 20 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID,TEPI BARAT — Pemukim ekstremis Israel membakar dua masjid di wilayah Tepi Barat yang diduduki pada Ahad (26/7/2026). Peristiwa tersebut terjadi setelah pecahnya bentrokan di Tepi Barat yang menewaskan setidaknya enam orang. 

Salah satu masjid yang dibakar pemukim Israel berlokasi di selatan Qusra, Nablus. Padahal masjid tersebut masih dalam proses pembangunan. “Api menghancurkan pintu masuk masjid dan bahkan merusak bangunan batunya,” ungkap Kepala Dewan Desa Qusra, Abdel Azim Wadi, dikutip laman Al Arabiya.

Tak hanya membakar, para pemukim Israel juga melakukan vandalisme terhadap bangunan masjid di Qusra, yakni dengan mencoretkan kata-kata Ibrani, yang salah satu artinya adalah “balas dendam”. Militer Israel mengeklaim, mereka segera mengerahkan personelnya ke Qusra setelah menerima laporan soal terjadinya pembakaran masjid tersebut.

"Para tentara mencari tersangka yang telah melarikan diri sebelum kedatangan mereka dan mengidentifikasi tanda-tanda pembakaran dan grafiti di tempat kejadian,” kata militer Israel seraya menambahkan bahwa kepolisian Israel akan menyelidiki dan mengumpulkan bukti terkait peristiwa tersebut.

Pemukim Yahudi menyerbu Masjid al-Aqsa pada hari pertama dibuka, Kamis (9/4/2026).

Dalam insiden terpisah, pemukim Israel membakar sebuah masjid di desa Kour, dekat Tulkarem. “Kelompok pemukim membakar sebuah masjid di desa Kour di provinsi Tulkarem dan menulis slogan-slogan rasis di dindingnya,” ungkap Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina dalam sebuah pernyataan.

Pada Jumat (24/7/2026), pemukim Israel dan warga Palestina terlibat bentrokan di Desa Tell. Dalam kejadian itu, empat warga Palestina dan dua warga Israel tewas.

Merespons peristiwa tersebut, militer Israel kemudian melakukan penyerbuan ke Nablus dan beberapa kota terdekat di sekitarnya. Mereka kemudian menangkap puluhan warga Palestina dengan dalih sebagai operasi “kontra-terorisme”.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|