Pencurian Padi Marak Jelang Panen di Sambungmacan Sragen

11 hours ago 3

Harianjogja.com, SRAGEN— Menjelang masa panen, aksi pencurian padi di area persawahan kembali marak terjadi di Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen. Untuk menekan potensi kerugian petani, Polres Sragen melalui Polsek Sambungmacan memperketat patroli sekaligus mengimbau warga mengaktifkan ronda malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, pencurian terjadi di sejumlah titik persawahan, khususnya di Desa Toyogo dan Desa Karanganyar. Pelaku diduga beraksi pada malam hari dengan membabat tanaman padi yang sebenarnya belum memasuki masa panen.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Sambungmacan AKP Warseno menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat, meskipun sebagian petani memilih tidak melapor secara resmi karena kerugian dianggap tidak terlalu besar.

“Berdasarkan informasi tersebut kami langsung turun ke lokasi bersama anggota. Memang ditemukan kasus pencurian padi. Tanaman yang masih tumbuh di sawah dibabati oleh orang tidak dikenal, padahal masa panen masih sekitar 10 hari lagi,” ujar Warseno kepada wartawan, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, jumlah padi yang dicuri relatif sedikit, sekitar dua sak. Meski demikian, tindakan tersebut tetap merugikan petani dan berpotensi terulang jika tidak diantisipasi lebih awal.

“Kami menerima informasi serupa tidak hanya di Toyogo, tetapi juga di Karanganyar,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Polsek Sambungmacan meningkatkan intensitas patroli, terutama di area persawahan yang mendekati masa panen dan berada jauh dari permukiman atau jalur ramai.

“Patroli akan difokuskan pada sawah-sawah yang siap panen dan lokasinya sepi,” kata Warseno.

Selain patroli, kepolisian bersama Koramil dan pemerintah kecamatan juga mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali ronda malam di lingkungan persawahan guna mempersempit ruang gerak pelaku.

Warseno turut mengingatkan para petani agar lebih waspada saat melakukan transaksi dengan penebas atau pembeli hasil panen. Ia menekankan pentingnya memastikan pembayaran dilakukan sebelum padi diangkut.

“Imbauan sudah kami sampaikan melalui grup WhatsApp RT dan kelompok petani. Biasanya sasaran pencurian adalah sawah yang jauh dari jalan raya atau minim pengawasan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|