Pengakuan Eks Petinggi Militer Israel Soal Operasi Pager, Perang 12 Hari Lawan Iran, dan Tentara

1 month ago 8

Tentara Israel mengarahkan senjatanya untuk membubarkan warga Palestina yang hendak kembali ke rumah mereka di kamp pengungsi Nur Shams di kota Tulkarem, Tepi Barat, pada Selasa, 18 November 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Dalam pengungkapan keuangan yang menarik, pensiunan Brigadir Jenderal Gil Pinchas, mantan penasihat keuangan Kepala Staf Angkatan Darat Israel, mengungkap biaya mahal dari operasi militer Israel baru-baru ini.

Dia menyatakan strategi keamanan Israel telah memasuki terowongan pengeluaran miliaran dolar yang tampaknya tidak akan berakhir dalam waktu dekat.

Dalam wawancaranya dengan surat kabar Haaretz, dikutip Aljazeera, Selasa (3/2/2026), Pinchas mengungkapkan operasi "Alat Panggilan" (pager) yang menargetkan anggota Hizbullah di Lebanon saja telah menghabiskan sekitar satu miliar shekel (sekitar 325 juta dolar) yang mencakup investasi jangka panjang dalam teknologi dan sarana logistik.

Mengenai konfrontasi langsung dengan Iran, mantan pejabat keuangan tersebut menyebutkan bahwa operasi "Singa Murka" menghabiskan anggaran sebesar 2025 (serangan udara terhadap Iran pada Juni hanya dalam satu hari sebesar 12 miliar shekel pada 2020

Pinchas menjelaskan angka-angka ini dengan mengatakan, "Sebagian dari biaya ini berasal dari hal-hal yang telah kami investasikan sebelum tahun lalu. Keamanan bukan sekadar pengeluaran, melainkan investasi yang membuahkan hasil bahkan setelah 20 hingga 15 tahun sejak shekel pertama diinvestasikan."

Anggaran besar dan kegagalan yang memalukan

Pinhas mengakui bahwa anggaran pertahanan, yang sebelumnya mencapai 70 miliar shekel per tahun, telah meningkat secara drastis sejak peristiwa 7 Oktober 2023, yang dia gambarkan sebagai kegagalan memalukan yang tidak dapat diperbaiki dengan uang.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|