REPUBLIKA.CO.ID, "Selamat datang pak haji, selamat datang ibu haji." Sapaan hangat tersebut secara berulang keluar dari mulut Namira Stasya di sela kedatangan jamaah haji kloter YIA 12 asal Kebumen, Jawa Tengah, di Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Selasa (16/6/2026). Ia seolah tak kenal lelah memberikan senyumannya kepada para jamaah yang hendak kembali ke tanah air malam itu.
Beberapa kali Namira, sapaan akrabnya, menawarkan bantuan kursi roda kepada jamaah lansia yang terlihat kelelahan. Ketika sang jamaah berkenan, ia pun dengan sigap mencarikan kursi roda dan membantu jamaah duduk sebelum kemudian mendorongnya ke ruang tunggu bandara.
"Kebetulan saya memang background di pelayanan, sehingga memang harus senyum setiap saat," kata Namira menceritakan proses adaptasinya yang mudah sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tusi Lansia dan Disabilitas (Landis) Daerah Kerja Bandara.
Ia pun mengaku bersyukur bisa ditempatkan di tusi Landis Daker Bandara selama kurang lebih dua bulan. Menurutnya, pengalaman sebagai petugas haji tidak cukup dilukiskan dengan kata-kata. "Masya Allah saya sangat bersyukur banget, sangat nikmat banget, karena kami bersentuhan dengan bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah sepuh. Jadi saya seperti melayani orang tua saya sendiri, melayani kakek-nenek saya sendiri," ujar Namira saat ditemui wartawan Media Center Haji (MCH).
Apalagi, orang tua Namira memang sudah berusia lanjut sehingga interaksinya dengan para para jamaah lansia tersebut terkesan benar-benar mendalam. Ia pun merasa tidak ada duka menjadi petugas Landis. "Sejauh ini saya merasa suka saja, merasa nikmat banget. Karena saya memang suka melayani mereka (para jamaah lansia), dan alhamdulillah mereka juga mau berinteraksi dengan saya, sehingga alhamdulillah tidak ada dukanya," kata Namira.

12 hours ago
10














































