Newswire Jum'at, 18 September 2026 15:57 WIB

Kereta api cepat Jakarta-Bandung Whoosh. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah tengah memfinalisasi pengalihan 60 persen saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) ke pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Proses tersebut saat ini masih berjalan setelah skema pengalihan ditetapkan dan dibahas secara detail.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Evita Manthovani mengatakan proses pengalihan saham PT PSBI ke pemerintah kini memasuki tahap finalisasi.
“Pengalihan saham PT PSBI ke pemerintah melalui Kementerian Keuangan saat ini masih dalam proses finalisasi,” ujar Evita dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2026 di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat.
Rencana tersebut sebelumnya ditargetkan rampung pada pertengahan September 2026. Dengan pengalihan itu, pemerintah akan mengambil alih kepemilikan 60 persen saham PT KCIC atau Whoosh.
Skema Pengalihan Saham Whoosh
Selama ini, 60 persen saham KCIC dikuasai konsorsium BUMN melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Sementara itu, 40 persen saham lainnya tetap dipegang konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd.
Evita mengatakan pemerintah telah menetapkan skema pengalihan saham tersebut. Pembahasan mengenai skema itu juga telah dilakukan secara detail untuk memastikan proses pengalihan dapat berjalan sesuai rencana.
“Tentunya ini sesuai dengan harapan, tidak dengan melibatkan APBN secara langsung dalam pemenuhan kewajiban PT PSBI,” kata Evita.
Menurut Evita, pemerintah perlu melakukan pemetaan terhadap sejumlah aspek agar proses pengalihan saham dapat berlangsung secara terencana dan tepat. Aspek yang dipetakan meliputi finansial, bisnis, operasional, dan hukum.
Saat ini, Kementerian Keuangan juga melakukan due diligence serta evaluasi terhadap nilai saham PSBI yang akan dialihkan kepada pemerintah.
“Saat ini di Kementerian Keuangan sedang berjalan due diligence dan juga evaluasi nilai saham terhadap saham PSBI yang akan dialihkan,” ucap Evita.
Kemenkeu Susun Rancangan Perpres
Selain proses pemeriksaan dan evaluasi saham, Kementerian Keuangan secara paralel tengah menyusun rancangan peraturan presiden (perpres) yang berkaitan dengan pengalihan tersebut.
Dalam menjalankan rangkaian proses itu, Kementerian Keuangan melakukan koordinasi bersama BP BUMN dan BPI Danantara. Koordinasi dilakukan bersamaan dengan penyelesaian aspek finansial, bisnis, operasional, serta hukum.
Dengan demikian, proses pengalihan 60 persen saham Whoosh masih membutuhkan penyelesaian sejumlah tahapan sebelum kepemilikan tersebut resmi dialihkan kepada pemerintah melalui Kementerian Keuangan.
Pergantian Menteri Keuangan Tak Ganggu Proses
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani memastikan proses pengambilalihan pengelolaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tetap berjalan meskipun terjadi pergantian Menteri Keuangan.
Pergantian tersebut terjadi dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara. Rosan, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi, mengatakan perubahan pimpinan di Kementerian Keuangan tidak akan mengganggu proses yang tengah berjalan.
Rosan menyebut dirinya telah berkomunikasi dengan Suahasil untuk memastikan sejumlah program yang masih berjalan maupun pekerjaan yang belum selesai dapat segera ditindaklanjuti.
Pengalihan saham Whoosh tersebut menjadi bagian dari proses pengambilalihan kepemilikan 60 persen saham KCIC yang sebelumnya berada di bawah konsorsium BUMN melalui PT PSBI. Sementara 40 persen saham KCIC tetap berada di tangan konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































