UKDW Dorong Civitas Academica Kuasai AI melalui Gemini Academy

1 hour ago 2

UKDW Dorong Civitas Academica Kuasai AI melalui Gemini Academy

Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mendorong civitas academica meningkatkan literasi dan kompetensi pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) melalui Pelatihan dan Sertifikasi Gemini Academy for Higher Education, Jumat (11/9/2026)./ Ist

JOGJA— Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mendorong civitas academica meningkatkan literasi dan kompetensi pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) melalui Pelatihan dan Sertifikasi Gemini Academy for Higher Education, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lecture Hall Pdt. Dr. Rudy Budiman dan Ruang Seminar Didaktos tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UKDW.

Program Gemini Academy for Higher Education dirancang untuk meningkatkan kemampuan pemanfaatan AI di lingkungan perguruan tinggi. Melalui program tersebut, UKDW mendorong terbentuknya civitas academica yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi AI, tetapi juga AI-literate dengan pemahaman kritis mengenai manfaat, keterbatasan, etika, dan risiko penggunaannya.

Selain itu, peserta diarahkan agar AI-ready dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi dunia pendidikan dan pekerjaan.

Pelatihan tersebut diselenggarakan UKDW bekerja sama dengan PT Cahaya Mitra Harapan (Paideia Educational Solutions), mitra Google for Education di Indonesia. Peserta mendapatkan pembekalan sekaligus kesempatan mempraktikkan pemanfaatan Gemini AI dan Gemini Notebook untuk mendukung pembelajaran, penelitian, pekerjaan administratif, hingga pengembangan inovasi di perguruan tinggi.

Ketua Pelaksana, Prof. Dr. Antonius Rachmat Chrismanto, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan pemanfaatan AI telah menjadi kebutuhan sekaligus perhatian bersama di lingkungan UKDW.

“Harapannya, AI dapat digunakan secara bertanggung jawab. Kita perlu menggunakannya secara kritis dengan tetap memperhatikan etika dan keamanan informasi,” ujarnya.

Menurut Antonius, kemampuan memanfaatkan AI secara tepat semakin relevan bagi civitas academica, baik untuk mendukung pelaksanaan tridharma perguruan tinggi maupun meningkatkan efektivitas pekerjaan dan pelayanan.

Karena itu, peserta tidak hanya diperkenalkan dengan berbagai perangkat AI, tetapi juga didorong membangun kemampuan berpikir kritis dalam menggunakannya.

Rektor UKDW, Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T., mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi civitas academica untuk belajar sekaligus mempraktikkan pemanfaatan teknologi AI secara efektif dan efisien.

“Kita punya kesempatan luar biasa untuk menjadi pelaku dalam bagaimana teknologi AI digunakan secara efektif dan efisien, baik untuk penelitian, pengajaran, maupun tata kelola universitas,” ungkapnya.

Dalam pelatihan, peserta mempelajari berbagai pemanfaatan Gemini AI dan Gemini Notebook, termasuk teknik menyusun prompt agar AI dapat menghasilkan keluaran sesuai kebutuhan.

Peserta juga diajak memahami keterbatasan AI, termasuk kemungkinan munculnya informasi yang tidak akurat. Karena itu, hasil yang diberikan AI tetap perlu diperiksa dan dinilai kembali oleh pengguna.

Perbedaan karakteristik Gemini AI dan Gemini Notebook turut menjadi bagian dari pembelajaran. Gemini AI dapat membantu pengguna memperoleh informasi dan menghasilkan berbagai bentuk keluaran, sedangkan Gemini Notebook digunakan untuk mengolah sumber yang telah dipilih dan disediakan pengguna.

Hal tersebut menekankan pentingnya memilih dan mengkurasi sumber informasi sebelum digunakan dalam proses kerja maupun pembelajaran.

Perwakilan Paideia sekaligus Google Project Specialist, Tresna Agustian Suryana, mengapresiasi antusiasme UKDW dalam mengikuti program tersebut. Menurutnya, program ini tidak hanya diarahkan pada pengenalan teknologi, tetapi juga membantu perguruan tinggi mengembangkan kemampuan civitas academica dalam memanfaatkan AI sesuai kebutuhan.

Rangkaian program kemudian dilanjutkan dengan self-paced prompt challenge selama 30 hari. Peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian sesuai ketentuan akan memperoleh sertifikat completion setara 24 jam pelajaran (JP).

Sementara itu, peserta yang memenuhi persyaratan dan lulus ujian sertifikasi berkesempatan mendapatkan credential kompetensi Google Gemini yang berlaku selama tiga tahun.

Keterlibatan UKDW dalam Gemini Academy for Higher Education menjadi bagian dari upaya universitas membangun civitas academica yang AI-literate dan AI-ready. Kemampuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penguasaan perangkat, tetapi juga penggunaan AI secara kritis, etis, aman, dan bertanggung jawab untuk mendukung pembelajaran, penelitian, pelayanan, serta tata kelola universitas.(Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|