Perawatan Preventif dan Teknologi Estetika, Tren yang Semakin Diminati: Amankah?

4 hours ago 4

Perawatan wajah ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Persepsi bahwa orang Asia tampak lebih awet muda kini mulai bergeser, seiring pesatnya perkembangan teknologi di industri estetika.

Jika sebelumnya faktor genetik, struktur wajah, dan gaya hidup dianggap sebagai penentu utama, kini perawatan berbasis teknologi turut memainkan peran penting dalam menjaga kualitas kulit secara konsisten.

ahli anti-aging Farlah Clinic, Dr Farrah Al Gadri Arief, Mbiomed (AAM), Dipl CIBTAC, menjelaskan pendekatan preventif menjadi faktor utama dalam perawatan kulit modern.

Dia menyebut Bbanyak orang menganggap bahwa perawatan anti-aging baru diperlukan ketika tanda penuaan sudah terlihat jelas. “Padahal pendekatan preventif justru lebih efektif,” ujar dia dalam keteranganya di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Dia menjelaskan, ketika perawatan dimulai sejak usia 30-an, tujuannya bukan mengubah wajah, melainkan menjaga kualitas kulit dan struktur wajah agar tetap sehat dan proporsional seiring bertambahnya usia.

Perkembangan teknologi estetika, kata dia, memungkinkan perawatan yang lebih presisi, aman, dan terukur. Inovasi ini membuat tampilan kulit sehat dan proporsional tidak lagi sekadar “privilege” genetik, tapi bisa dicapai melalui pendekatan medis terencana dan berkelanjutan.

Fenomena ini, menurut Farrah, mendorong meningkatnya minat terhadap konsep ageless beauty, yakni pendekatan yang menekankan kesehatan kulit secara alami seiring pertambahan usia.

“Tren ini kini tidak hanya diminati kelompok usia matang, tetapi juga mulai dilirik oleh individu usia 30-an sebagai bagian dari upaya pencegahan dini terhadap tanda penuaan,” tutur dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|