Perkara yang Disebutkan Rasulullah SAW Ini Derajatnya Melampaui Keadilan

1 month ago 19

Ilustrasi ihsan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perbuatan ihsan memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada sekadar berlaku adil. Mengapa demikian?

Dalam Tafsir Al-Azhar, Haji Abdulmalik Abdulkarim Amrullah yang akrab disapa Buya Hamka itu menjelaska ihsan bukan hanya menyempurnakan hubungan manusia dengan Allah SWT, melainkan juga menjadi puncak akhlak dalam relasi sesama makhluk.

Allah SWT, kata Buya Hamka, sangat mencintai hamba-Nya yang mampu melampaui keadilan menuju kebajikan yang lahir dari keikhlasan.

Buya Hamka menjelaskan bahwa perbuatan ihsan lebih tinggi dari perbuatan adil. Allah SWT sangat menyukai manusia yang berbuat ihsan.

Dalam tafsirnya dijelaskan, ihsan mengandung dua maksud, pertama selalu mempertinggi mutu amalan, berbuat yang lebih baik dari sebelumnya, sehingga kian lama tingkat iman itu kian naik.

Di dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang shahih, "AI-Ihsan adalah engkau sembah Allah seakan-akan engkau lihat Allah itu. Maka jika engkau tidak lihat Dia, namun Dia tetap melihat engkau."

Maksud ihsan yang kedua adalah kepada sesama makhluk, yaitu berbuat lebih tinggi lagi dari keadilan.

Contoh ihsan yang kedua, kita memberi upah kepada seseorang atau tukang yang mengerjakan suatu pekerjaan. Kita berikan kepadanya upah yang setimpal dengan tenaganya. Pembayaran upah yang setimpal itu adalah sikap yang adil.

Tetapi jika kita memberikan upah lebih dari yang semestinya, sehingga hati tukang itu besar dan gembira, maka pemberian yang lebih dari biasanya itu dinamai ihsan.

Maka ihsan adalah latihan budi yang lebih tinggi tingkatnya daripada adil.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|