Perkuat Ekonomi Desa, Pemkab Penajam Paser Utara Kebut Pendampingan Koperasi Merah Putih

1 hour ago 3

Warga berjalan keluar dari Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keberhasilan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat sangat bergantung pada kompetensi manajerial dan ketajaman strategi bisnis para pengurusnya. Di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), transformasi ekonomi desa kini bertumpu pada Koperasi Merah Putih, yang terus diperkuat melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan berkelanjutan guna memastikan setiap unit usaha mampu berdaya saing dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten PPU telah membentuk Koperasi Merah Putih di seluruh 54 desa dan kelurahan melalui mekanisme musyawarah warga. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Kukmperindag) Kabupaten PPU, Margono Hadisusanto, menegaskan bahwa fokus saat ini adalah mengubah status pembentukan menjadi kekuatan usaha yang produktif.

“Kami terus berupaya agar Koperasi Merah Putih memberi manfaat ekonomi yang konkret. Pelatihan dan pendampingan dilakukan secara konsisten agar koperasi ini menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat di tingkat desa dan kelurahan,” ujar Margono di Penajam, Sabtu (31/1/2026).

Strategi penguatan ini melibatkan kolaborasi luas dengan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi mitra hingga tenaga pendamping profesional. Selain itu, Balai Latihan Kerja (BLK) dilibatkan secara khusus untuk mengasah keterampilan teknis pengurus sesuai dengan bidang usaha yang digeluti. Pendamping bisnis (business assistant) juga diterjunkan untuk membimbing koperasi sejak tahap pendirian, penyusunan rencana bisnis yang sesuai kondisi lapangan, hingga evaluasi operasional secara berkala.

Upaya daerah ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Koperasi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sinergi ini memastikan bahwa standar pengelolaan Koperasi Merah Putih selaras dengan regulasi nasional namun tetap adaptif terhadap potensi lokal di setiap kelurahan.

Sebagai strategi jangka panjang, Pemkab PPU mendorong kolaborasi strategis antara Koperasi Merah Putih dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sinergi kedua lembaga ini diproyeksikan menjadi fondasi kuat dalam membangun ketahanan ekonomi lokal. Dengan menggabungkan sumber daya dan potensi desa, kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan pendapatan warga serta mengoptimalkan aset desa secara berkelanjutan.

“Kolaborasi antara Koperasi Merah Putih dan BUMDes akan mempercepat pertumbuhan ekonomi warga. Setiap potensi lokal dapat dioptimalkan secara bersama-sama untuk meningkatkan pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat secara luas,” pungkas Margono.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|