Perundingan Iran-AS Gagal, Giliran Trump Mau Blokir Selat Hormuz

5 hours ago 2

Warga Korea Selatan berunjuk rasa menolak kerja sama pengamanan Selat Hormuz yang diminta Presiden AS Donald Trump di luar kedutaan AS di Seoul, Korea Selatan, 16 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Angkatan Laut Amerika Serika disebut akan menghalangi kapal yang masuk atau keluar Selat Hormuz, setelah perundingan Iran-AS gagal di Islamabad, Pakistan. Presiden AS, Donald Trump menyatakan bahwa AS akan mulai memblokir semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.

Pertemuan keduanya bertujuan mencari resolusi dari perang di Iran dan potensi gencatan senjata. Dalam unggahan panjang terbarunya di Truth Social, Trump mengatakan bahwa “pertemuan berlangsung baik, sebagian besar poin telah disepakati, tetapi satu-satunya poin yang benar-benar penting, yaitu NUKLIR, belum tercapai”.

Dilansir BBC, Ia menambahkan bahwa “pada suatu titik” kesepakatan mengenai kebebasan pelayaran akan tercapai, namun “Iran tidak memungkinkan hal itu terjadi hanya dengan mengatakan, ‘Mungkin ada ranjau di suatu tempat,’ yang tidak diketahui siapa pun selain mereka.”

Dalam unggahan yang sama, Trump juga menyebut bahwa dirinya telah “menginstruksikan Angkatan Laut untuk mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar biaya kepada Iran”, serta bahwa Angkatan Laut AS akan mulai “menghancurkan ranjau yang dipasang Iran di selat tersebut”.

“Tidak ada pihak yang membayar biaya ilegal yang akan mendapat jalur aman di laut lepas,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Setiap pihak Iran yang menembaki kami, atau kapal sipil, akan dihancurkan.”

“Blokade akan segera dimulai,” katanya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|