Pesan Mojtaba Khamenei: Selat Hormuz akan Dibuka Usai Perang, Tapi Perang Belum Selesai

10 hours ago 1

Kapal tanker Shenlong berbendera Liberia, yang membawa minyak mentah dari Arab Saudi ke India melalui Selat Hormuz, tiba di Pelabuhan Mumbai di Mumbai, India, 12 Maret 2026. Iran telah mengizinkan kapal tanker minyak India untuk melewati Selat Hormuz setelah pembicaraan diplomatik antara Menteri Luar Negeri S. Jaishankar dan mitranya dari Iran, Abbas Araghchi.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Utusan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Abdul Majid Hakim Elahi, mengatakan, saat ini negaranya menerapkan kontrol ketat atas Selat Hormuz. Namun, kata dia, Mojtaba menjamin, setelah perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel usai, Iran bakal membuka kembali selat tersebut. 

"Karena perang belum selesai, Iran memiliki kendali yang kuat atasnya (Selat Hormuz). Tapi saya yakin, setelah perang, selat itu akan dibuka, dan negara-negara akan mendapat manfaat darinya," ungkap Elahi saat diwawancara kantor berita Rusia, TASS, Jumat (10/4/2026). 

Dia menekankan, Iran tak menghendaki munculnya krisis di dunia akibat Selat Hormuz. "Iran tidak ingin menimbulkan konflik, krisis, bagi dunia karena Selat Hormuz. Kami ingin memiliki hubungan yang baik, dan lebih dari itu, persahabatan, dengan semua negara," ujarnya.

Iran dan AS telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada Selasa (7/4/2026). Kesepakatan itu tercapai melalui mediasi yang ditengahi oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. 

Lewat kesepakatan tersebut, AS setuju menghentikan serangannya terhadap Iran. Sebagai gantinya, Iran harus membuka akses Selat Hormuz. Keputusan Teheran membatasi secara ketat lalu lintas kapal di selat tersebut telah melambungkan harga minyak dunia.

Iran setuju untuk membuka Selat Hormuz selama masa gencatan senjata. Namun lalu lintas kapal di perairan tersebut tetap harus dikoordinasikan oleh militer Iran. 

Iran turut mengajukan 10 poin proposal gencatan senjata kepada AS. Isinya antara lain pencabutan sanksi dan pelepasan dana serta aset milik Iran yang dibekukan AS, pembayaran penuh kompensasi untuk biaya rekonstruksi akibat perang, dan penghentian total serangan, tidak hanya ke Iran, tapi juga Irak, Lebanon, serta Yaman. 

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|