REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pohon berusia berusia lebih dari 100 tahun yang berada di Masjid Gede Mataram, Kotagede, Yogyakarta, tumbang, Kamis (29/1/2026). Pohon yang tumbang akibat angin kenang tersebut menimpa warung makan dan sejumlah kendaraan milik warga yang terparkir di sekitar lokasi.
Relawan Bumi Mataram Rescue (BMR) Kotagede, Muhammad Syaparuddin, mengatakan kondisi pohon beringin tersebut memang sudah rapuh dan berusia sangat tua. "Usianya sudah lebih dari 100 tahun, ini dari zamannya Sultan pertama. Sebelumnya ranting-rantingnya sudah empat kali roboh, dan kali ini yang ambruk bagian besarnya," ujar Syaparuddin, Kamis (29/1/2026).
Ia menyampaikan peristiwa terjadi saat hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan tersebut sekitar pukul 14.00 WIB. Sejumlah alat berat sederhana seperti gergaji mesin digunakan untuk memotong dahan dan batang pohon guna memudahkan proses evakuasi.
Syaparuddin memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun dampak kerusakan cukup signifikan. Adapun yang terdampak antara lain atap warung makan tampak penyok, sementara genting pendopo mengalami kerusakan ringan. Beberapa sepeda motor dan satu mobil juga diketahui mengalami kerusakan cukup parah setelah tertimpa batang dan ranting pohon.
"Kejadiannya sekitar jam 14.00 WIB. Ada lima sepeda motor dan satu mobil yang tertimpa dan kondisinya rusak, sama ada warung makan," ungkapnya.
Syaparuddin menyampaikan proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan serta faktor keselamatan petugas. "Evakuasi dilakukan sampai pohon benar-benar bersih. Tidak semuanya dipotong, hanya bagian yang sudah tua dan lapuk saja," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang saksi mata, Yani Darojati, mengaku sempat merasa khawatir sebelum pohon tersebut ambruk. Saat kejadian, ia tengah berteduh di pendopo karena hujan deras dan angin kencang.
"Anginnya kencang sekali, saya melihat pohonnya sudah kelihatan ngeri. Hujan makin deras, lalu terdengar suara 'kretek' sebelum akhirnya pohon roboh," kata warga yang berdomili di Kabupaten Bantul ini.
Menurut Yani, tidak ada orang yang berada tepat di bawah pohon saat kejadian karena sebagian pengunjung memilih berteduh di warung dan pendopo. "Alhamdulillah pohonnya jatuh di tengah-tengah, tidak mengenai orang. Kalau sampai ada yang lari ke arah situ, bisa berbahaya," ucapnya.
Hingga kini, proses penanganan dan pembersihan pohon tumbang masih terus dilakukan oleh relawan dan petugas terkait. Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan deras dan angin kencang masih dapat terjadi.

1 hour ago
1















































