Terjadi perundungan di Departemen Bedah Saraf Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin (RSUPHS/RSHS), Kota Bandung.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Satreskrim Polrestabes Bandung melakukan pemeriksaan standar operasional prosedur perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung imbas kasus bayi hampir tertukar. Mereka pun telah meminta keterangan dari sejumlah saksi.
"Pekan kemarin kita sudah datangi rumah sakit," ucap Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, Selasa (14/4/2026).
Ia menuturkan, kedatangannya ke RSHS Bandung untuk memeriksa standar operasional prosedur saat perawatan terhadap bayi. Pihaknya masih melakukan penyelidikan sehingga belum dapat mengungkapkan hasil pemeriksaan.
“Kami tetap lakukan penyelidikan,” kata dia. Ia menambahkan, pihaknya belum menerima laporan pengaduan dari ibu bayi tersebut sehingga belum dapat dilakukan pemeriksaan.
Seperti diketahui, kejadian tak mengenakkan dialami Nina Saleha (27 tahun), warga Gang H Manaf, RT 03/12, Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Bayi laki-lakinya nyaris tertukar ketika menjalani perawatan di ruang NICU Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Ia pun mencurahkan kekesalan dan kekecewaannya melalui TikTok Nindy. Dalam video berdurasi 5.04 menit itu, intinya Nina mengungkapkan kekecewaan dan ketidakterimaan terhadap perawat RSHS yang menurutnya teledor hendak menyerahkan bayinya pada pasangan suami istri lain.
Ketika disambangi di rumahnya pada Kamis (9/4/2026), Nina pun menceritakan kronologis peristiwa itu. Ia membawa anaknya ke RSHS Bandung pada Ahad (5/4/2026) karena sakit kuning.
"Jadi awalnya itu anak saya masuk ke RSHS karena anak itu sakit kuning. Jadi anak saya lahir hari Rabu, 1 April di RS Unpad Jatinangor," ujar Nina.

4 hours ago
1

















































