Newswire Minggu, 16 Agustus 2026 13:17 WIB

Personel tim SAR dari Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri bersama anjing K-9 bersiap sebelum terbang untuk membantu penanganan dampak gempa NTT di Bandar Udara Pondok Cabe Polri, Tangerang Selatan, Minggu (16/8/2026). ANTARA/HO-Divisi Humas Polri\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Polri mengirim 21 personel tim SAR bersama 10 anjing K-9 untuk membantu pencarian korban terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim dari Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri itu juga membawa peralatan pencarian serta bantuan logistik dengan total berat sekitar 2,5 ton.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan personel yang diberangkatkan memiliki kompetensi khusus untuk melakukan pencarian korban.
“Khusus untuk kompetensi SAR dari Direktorat Polisi Satwa, kami memberangkatkan 21 personel beserta 10 ekor anjing K-9 yang memiliki kompetensi untuk melakukan pencarian korban,” kata Trunoyudo dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu.
Polri Bawa Logistik dan 10 Unit Wi-Fi Portable
Selain personel dan anjing K-9, tim Polri membawa sejumlah perlengkapan untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan. Bantuan tersebut mencakup obat-obatan, tenda lapangan, makanan, kebutuhan kelompok rentan, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya.
Total bantuan logistik dan peralatan yang dibawa mencapai sekitar 2,5 ton. Polri juga mengirimkan 10 unit Wi-Fi portable untuk membantu mengatasi kendala komunikasi di sejumlah wilayah terdampak gempa NTT.
Menurut Trunoyudo, komunikasi menjadi bagian penting dalam penanganan bencana karena berpengaruh terhadap kecepatan penerimaan informasi dari lapangan.
“Komunikasi menjadi sangat penting di sana. Ketika komunikasi dapat terjangkau, informasi mengenai kondisi di lapangan juga akan diperoleh dengan lebih cepat,” katanya.
Kabupaten Sikka hingga Manggarai Jadi Perhatian Awal
Trunoyudo mengatakan kecepatan menjadi salah satu faktor penting dalam proses pencarian dan penyelamatan korban. Setelah tiba, tim akan segera berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan pembagian tugas sekaligus wilayah yang menjadi prioritas.
Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian awal dalam proses mitigasi dan pencarian korban yakni Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Meski demikian, penempatan bantuan akan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan.
Tim SAR dan bantuan tersebut diberangkatkan menggunakan pesawat Polisi Udara Polri dari Bandar Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, menuju Labuan Bajo. Perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar tiga jam, dengan perbedaan waktu satu jam lebih awal di wilayah WITA.
Tiga Helikopter AW169 Disiapkan
Dukungan Polri untuk penanganan gempa NTT tidak hanya berupa personel SAR, anjing K-9, dan logistik. Polri juga menyiapkan tiga unit helikopter AW169 untuk membantu distribusi bantuan kepada masyarakat.
Helikopter tersebut terutama disiapkan untuk menjangkau wilayah yang terisolasi atau mengalami keterbatasan akses akibat bencana.
Sementara itu, pesawat CASA Polri telah berada di wilayah NTT sebelum bencana. Pesawat tersebut kemudian digunakan pascabencana untuk mempercepat mobilitas menuju sejumlah wilayah, termasuk Labuan Bajo dan daerah lainnya.
Bantuan Dikirim Secara Berkelanjutan
Polri memastikan dukungan untuk masyarakat terdampak gempa NTT tidak berhenti pada pengiriman tahap awal. Bantuan akan terus disalurkan berdasarkan hasil kurasi kebutuhan yang diterima dari lapangan.
Pengiriman bantuan berikutnya direncanakan kembali dilakukan pada Senin (17/8) dan hari berikutnya sesuai dengan kebutuhan prioritas.
“Bantuan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Data kebutuhan akan terus kami terima dan kemudian akan kami kirimkan kembali,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































