Prabowo Incar Sumber Pendapatan Baru Negara, Ini Kata Ekonom

1 week ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto tengah berupaya menggenjot potensi berbagai sumber pendapatan negara dari sumber daya alam. Salah satunya dengan mengerek tarif royalti untuk hasil tambang mineral dan batu bara (minerba).

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai rencana kenaikan tarif royalti minerba memang dibutuhkan untuk pemerintah saat ini. Terlebih di tengah harga komoditas minerba yang saat ini tengah turun.

"Rencana naiknya tarif royalti minerba memang dibutuhkan pemerintah untuk 4 tujuan utama," kata Bhima kepada CNBC Indonesia, Senin (24/3/2025).

Empat tujuan utama tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

Pertama, kenaikan tarif royalti bertujuan untuk mengerek penerimaan negara dari sektor minerba di tengah tren penurunan harga komoditas. Harga batu bara turun sebesar 24% dalam satu tahun terakhir, sementara harga nikel mengalami penurunan 3,5%.

"Jatuhnya harga batu bara sebesar -24% selama satu tahun terakhir dan nikel anjlok -3,5% di periode yang sama berisiko tinggi ke merosotnya penerimaan negara tahun ini," kata dia.

Kondisi tersebut berisiko mengurangi penerimaan negara, sehingga diperlukan penyesuaian tarif royalti untuk menjaga Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) tetap stabil.

Kedua, kenaikan tarif royalti juga diharapkan dapat mendorong pergeseran dari sektor minerba ke sektor yang lebih berkelanjutan. Pasalnya, dengan meningkatnya tarif royalti, sektor minerba akan mendapatkan disinsentif.

"Nah diharapkan pengusaha mulai diversifikasi ke sektor energi terbarukan misalnya. Toh selama ini minerba banyak mendapat insentif dari pemerintah," kata dia.

Ketiga, memperketat pengawasan. Menurut Bhima pemerintah harus mewaspadai lonjakan ekspor minerba ilegal menyusul diterapkannya kebijakan kenaikan tarif royalti. Keempat, penerimaan dari royalti minerba seharusnya dapat dialokasikan untuk subsidi dan insentif bagi sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT)

"Jangan sampai royalti mau naik tarifnya tapi untuk keperluan yang tidak berkaitan dengan ketahanan dan transisi energi," katanya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemerintah tengah melakukan pembahasan untuk meningkatkan pendapatan negara. Utamanya melalui optimalisasi royalti di sektor pertambangan.

"Tadi kita melakukan pembahasan untuk melakukan exercise beberapa sumber-sumber pendapatan negara baru, khususnya peningkatan royalti di sektor emas, nikel, dan beberapa komoditas lain, termasuk dalamnya adalah batu bara," kata Bahlil di Kompleks Istana Presiden, dikutip Senin (24/3/2025).

Menurut Bahlil, selain rencana meningkatkan royalti pertambangan minerba, pemerintah juga tengah menggali potensi pendapatan negara dari jenis turunan mineral lainnya, yang selama ini belum menjadi bagian dari pendapatan negara.

Hingga saat ini, Bahlil mengaku pembahasan perihal kenaikan tarif royalti sektor minerba hampir final. "Royalti baik dari bahan bakunya sampai dengan barang jadinya. Ini juga dalam rangka menunjang proses hilirisasi," ungkapnya.


(pgr/pgr)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Kenaikan Royalti Minerba Bikin Was-Was, Apa Dampaknya?

Next Article Ini Arahan Prabowo ke Rosan Kejar Target Investasi Rp1.905 T di 2025

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|