Prabowo Minta DEN Kurangi Impor BBM, Targetkan Swasembada Energi

2 hours ago 1

Prabowo Minta DEN Kurangi Impor BBM, Targetkan Swasembada Energi Presiden Prabowo instruksikan Dewan Energi Nasional menekan impor BBM dan menyusun peta jalan menuju swasembada energi. - Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) dalam arahannya kepada ketua harian dan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) yang baru dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu. Arahan tersebut menjadi fondasi awal penataan kebijakan energi nasional ke depan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, yang dilantik sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional, menjelaskan terdapat empat fokus utama yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut. Fokus pertama menyangkut kedaulatan energi yang harus terbebas dari intervensi pihak mana pun.

“Ada empat fokus Bapak Presiden. Yang pertama adalah kedaulatan energi, itu tidak boleh ada intervensi dari pihak mana pun. Yang kedua adalah ketahanan energi. Kita tahu ketahanan energi kita saat ini hanya sekitar 21 hari, dan ke depan akan ditingkatkan menjadi tiga bulan, sehingga pasti akan dibangun fasilitas penyimpanan atau storage,” kata Bahlil kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Rabu.

Fokus berikutnya, lanjut Bahlil, adalah penguatan kemandirian energi nasional yang disusun melalui peta jalan menuju swasembada energi. Presiden Prabowo meminta Dewan Energi Nasional merancang strategi yang terukur dan berkelanjutan untuk mencapai target tersebut.

“Kita tahu saat ini Indonesia masih mengimpor BBM sekitar 30 juta kiloliter lebih, baik solar maupun bensin. Fokus keempat adalah swasembada energi. Tentu prosesnya bertahap, tetapi tujuan akhirnya adalah swasembada,” ujar Ketua Harian Dewan Energi Nasional itu.

Bahlil mengungkapkan peta jalan atau roadmap swasembada energi sebenarnya telah selesai disusun. Saat ini pemerintah mulai masuk pada tahap implementasi, termasuk penjajakan kerja sama dengan sejumlah negara dan penguatan kelembagaan.

“Tahapannya sekarang sudah mulai membangun kerja sama dengan negara-negara terkait, organisasinya juga hampir rampung. Tinggal membutuhkan peraturan presiden yang saat ini masih dalam proses. Mudah-mudahan bisa segera selesai,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional. Selain itu, Presiden juga melantik tujuh menteri sebagai anggota Dewan Energi Nasional dari unsur pemerintah.

Tujuh menteri tersebut adalah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.

Selain unsur pemerintah, Presiden Prabowo juga melantik delapan anggota Dewan Energi Nasional dari unsur pemangku kepentingan. Mereka berasal dari latar belakang akademisi, industri, teknologi, lingkungan hidup, dan konsumen.

Dari unsur akademisi, Johni Jonatan Numberi dan Mohammad Fadhil Hasan dilantik sebagai anggota. Unsur industri diwakili oleh Satya Widya Yudha dan Sripeni Inten Cahyani, sementara unsur teknologi diwakili Unggul Priyanto. Dari unsur lingkungan hidup terdapat Saleh Abdurrahman, sedangkan unsur konsumen diwakili Muhammad Kholid Syeirazi dan Surono.

Dalam struktur Dewan Energi Nasional, Presiden Prabowo Subianto menjabat sebagai Ketua Dewan Energi Nasional dan didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Ketua. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bertugas sebagai Ketua Harian, bersama tujuh menteri dari unsur pemerintah dan delapan anggota dari unsur pemangku kepentingan yang akan menjalankan fungsi perumusan kebijakan energi nasional secara kolektif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|