Produksi Melimpah, Mentan Heran Kasus Penyelundupan Beras Masih Marak

17 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengakui masih banyak kasus penyelundupan pangan, dari beras hingga minyak goreng, di Tanah Air. Dia mengaku heran karena Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar produk-produk tersebut.

Amran mengungkapkan, sejak diluncurkannya kanal pengaduan "Lapor Pak Amran" pada akhir Oktober 2025 lalu, cukup banyak laporan kasus yang diterimanya. "(Kasus) penyelundupan ada, ada yang jual mesin, jual pupuk ilegal, macam-macam," kata Amran ketika diwawancara di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), seusai memantau barang bukti 123 ton bawang bombai ilegal yang peredarannya digagalkan Kementerian Pertanian, Sabtu (10/1/2026).

Mentan mengatakan, beras dan minyak goreng termasuk di antara produk yang kasus dugaan penyelundupannya masuk ke kanal pengaduan Lapor Pak Amran. "Untuk sementara ini yang banyak adalah beras, ada macam-macam, ada minyak goreng, heran. Kita produsen terbesar dunia. Yang beras kita sudah swasembada, beras kita melimpah, masa ada selundup masuk," ujarnya.

Menurutnya, setiap aduan yang masuk ke kanal Lapor Pak Amran akan berusaha ditindaklanjuti. "Tadi pagi setebal gini laporannya. Aku belum baca semua. Tapi kita tindak lanjuti," kata Amran seraya menunjukkan jarak antara telunjuk dan ibu jarinya.

Amran menambahkan, saat ini pemerintah telah memberlakukan larangan impor beras. Dia berharap hal itu dapat memotivasi para petani selama proses atau masa tanam. "Kalau petani tahu ada impor beras satu ton, kata-katanya 'impor', itu yang kena dampak 29 juta petani beras dengan keluarganya 115 juta. Clear kan? Dampak psikologi. Petani demotivasi, berhenti tanam, ya impor lagi berikutnya," ucapnya.

Oleh sebab itu, dia menilai kasus-kasus penyelundupan produk atau komoditas pangan juga perlu ditindak tegas. "Ini harus dijaga ketat: beras dijaga ketat, gula dijaga ketat, bawang dijaga ketat. Kalau kita setengah mati berproduksi, ada yang bermain-main, ya korbannya 100 juta petani," kata Amran.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|