PelatIih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel saat ditemui di Stadion Mandala Krida, Jogja, pada Selasa (4/11/2025) sore. - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja menjalani laga tandang sarat tekanan saat menghadapi Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda, Minggu (1/2/2026), dengan misi bangkit seusai kekalahan telak dari Persebaya Surabaya.
Borneo FC datang ke laga ini dengan kepercayaan diri tinggi. Hingga pekan ke-18, Pesut Etam menempati posisi runner-up klasemen sementara dengan raihan 40 poin, hanya terpaut satu angka dari Persib Bandung di puncak. PSIM Jogja berada di peringkat ketujuh dengan koleksi 30 poin, sehingga pertandingan ini krusial bagi upaya menjaga jarak dengan papan atas.
Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, menegaskan kekalahan dari Persebaya menjadi bahan evaluasi penting, namun bukan satu-satunya tolok ukur performa tim. Evaluasi disebut selalu dilakukan dalam setiap pertandingan, baik saat menang maupun kalah.
“Kami selalu melakukan evaluasi, bahkan saat kami menang sekalipun. Jadi tidak ada bedanya,” ujar Van Gastel seusai sesi latihan di Stadion Mandala Krida, Kamis (29/1/2026).
Van Gastel menilai, permainan PSIM sejatinya berjalan cukup baik, khususnya di babak pertama. Gol Persebaya pada menit ke-34 menjadi titik balik pertandingan, yang memaksa PSIM bermain lebih terbuka di paruh kedua.
“Kami bermain cukup baik di babak pertama, lalu mereka mencetak gol di peluang pertama mereka pada menit ke-34. Di babak kedua kami harus mengambil risiko dan akhirnya menempatkan dua pemain di posisi bek tengah yang belum pernah bermain di sana sebelumnya,” katanya.
Menghadapi Borneo FC, PSIM kembali harus kehilangan Franco Ramos yang masih menjalani sanksi larangan bermain. Yusaku Yamadera juga belum bisa diturunkan karena masih dalam proses pemulihan cedera. Van Gastel memastikan lini belakang tetap dipercayakan kepada Andi Setyo dan Rendra Teddy.
“Ya, Franco masih absen karena suspensi. Di lini belakang akan tetap dimainkan Andi Setyo dan Rendra Teddy,” ucapnya.
Pada pertemuan putaran pertama, PSIM Jogja kalah 1-3 dari Borneo FC. Van Gastel menilai karakter permainan Borneo tidak jauh berbeda dengan Persebaya, yakni menunggu kesalahan lawan sebelum melancarkan serangan balik cepat.
Namun demikian, ia memprediksi Borneo FC akan tampil lebih agresif kali ini, mengingat posisi mereka yang stabil di papan atas klasemen serta kehadiran sejumlah pemain baru. “Saya pikir sekarang, mengingat peringkat di liga, saya berasumsi mereka akan bermain sedikit lebih menyerang. Dan mereka juga mendatangkan pemain baru,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

















































