PSS Sleman 1-1 Persita, Pieter Huistra Gembleng 3 Aspek Ini

1 hour ago 4

PSS Sleman 1-1 Persita, Pieter Huistra Gembleng 3 Aspek Ini

Pemain PSS berhadapan dengan pemain Persita dalam laga uji coba yang digelar pada Sabtu (15/8/2026) di Stadion Maguwoharjo./Istimewa -- PSS Sleman

Harianjogja.com, SLEMAN— PSS Sleman meraih hasil imbang 1-1 saat menghadapi Persita Tangerang dalam laga uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (15/8/2026). Namun, bagi Pelatih Kepala PSS Sleman Pieter Huistra, skor bukan menjadi ukuran utama dalam pertandingan tersebut.

Uji coba menghadapi Persita justru dimanfaatkan untuk mengukur perkembangan pemain menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Huistra melihat laga tersebut sebagai kesempatan untuk menguji kebugaran fisik, penerapan skema permainan, dan mentalitas bertanding para pemain.

Menurut Huistra, pertandingan berjalan kompetitif. Dari sisi PSS Sleman, target utama yang ditetapkan adalah memberikan kesempatan kepada seluruh pemain untuk mendapatkan menit bermain selama 60 menit.

Pemain PSS Sleman Dapat Menit Bermain 60 Menit

Laga PSS Sleman kontra Persita digelar dengan format tiga babak. Dua babak pertama masing-masing berlangsung selama 45 menit, sedangkan babak ketiga dimainkan selama 30 menit.

Format tersebut memberikan keleluasaan bagi tim untuk mengatur menit bermain pemain. Dengan skema itu, pemain PSS Sleman dapat memperoleh kesempatan tampil selama 60 menit.

"Ya. Hari ini, untuk pertandingan uji coba ini, kami selalu menetapkan target. Hari ini yang paling penting adalah seluruh pemain bermain selama 60 menit," kata Huistra pada Sabtu (15/8/2026).

Skema tersebut berbeda dengan uji coba sebelumnya menghadapi Kendal. Saat itu, PSS memainkan dua tim berbeda pada masing-masing babak.

Kini, melalui format yang lebih fleksibel, pemain bisa mendapatkan menit bermain lebih panjang. Huistra pun mengapresiasi sikap kompetitif dua tim yang diturunkan PSS Sleman.

"Pertandingan sebelumnya mereka main 45 menit, sekarang mereka main 60 menit. Kami memiliki dua tim, dan ya, menyenangkan melihat kedua tim bersikap kompetitif," ujarnya.

Persita Jadi Lawan untuk Mengukur Kesiapan PSS

Huistra juga menilai pekan ini menjadi periode latihan yang baik bagi PSS Sleman. Para pemain menjalani rangkaian latihan keras sebelum menghadapi Persita.

Pertandingan melawan Persita dinilai memberikan gambaran yang lebih dekat terhadap atmosfer kompetisi Super League karena lawan yang dihadapi memiliki kualitas permainan yang baik.

"Kedua tim bermain cukup baik untuk ukuran pertandingan kedua. Jadi, saya pikir ini adalah minggu yang baik dengan semua latihan keras tersebut. Hari ini lawan yang dihadapi juga bagus untuk merasakan atmosfer sepak bola Liga 1," tegasnya.

Bagi PSS Sleman, pertandingan uji coba tersebut bukan hanya menjadi sarana mencari hasil akhir. Huistra lebih menitikberatkan pertandingan pada sejauh mana pemain mampu menjalankan tuntutan permainan yang diberikan.

Fisik, Taktik, dan Mental Jadi Fokus Evaluasi

Hasil imbang 1-1 tidak menjadi persoalan bagi Huistra. Menurut dia, terdapat sejumlah aspek yang jauh lebih penting untuk diperhatikan dari pertandingan uji coba tersebut.

"Bagi saya ini bukan tentang skor. Pertama-tama, ini tentang kebugaran fisik. Nah, itu terlihat bagus. Yang kedua, agar mereka terbiasa dengan skema permainan, terutama para pemain baru dan pemain muda," ujarnya.

Kebugaran menjadi aspek pertama yang diuji karena pemain harus mampu menjalankan pertandingan dengan intensitas dan durasi yang semakin meningkat. Setelah sebelumnya mendapat kesempatan bermain 45 menit, kini pemain ditargetkan mampu bermain selama 60 menit.

Aspek berikutnya adalah adaptasi terhadap skema permainan. Hal tersebut menjadi perhatian khusus karena PSS Sleman memiliki pemain baru dan pemain muda yang perlu semakin terbiasa dengan pola permainan tim.

Namun, evaluasi Huistra tidak berhenti pada fisik dan taktik. Mentalitas juga menjadi bagian penting dari proses persiapan PSS Sleman menuju Super League 2026/2027.

"Yang ketiga adalah mentalitas. Mencoba untuk tidak takut, menjadi berani, berani dan coba bertanding sesuai dengan keinginan kita, dan mereka melakukannya hari ini. Jadi itu hal yang bagus," tegasnya.

Dengan demikian, laga PSS Sleman kontra Persita menjadi bagian dari proses pematangan tim. Hasil 1-1 menjadi catatan akhir pertandingan, tetapi bagi Huistra, perkembangan fisik, pemahaman taktik, serta keberanian pemain saat bertanding menjadi ukuran yang lebih penting dalam masa persiapan menuju kompetisi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|