PSS Tiga Kali Kalah, Pieter Huistra Buka Suara soal Masa Depannya

2 hours ago 2

PSS Tiga Kali Kalah, Pieter Huistra Buka Suara soal Masa Depannya

Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra memimpin latihan PSS./Istimewa-PSS 

Harianjogja.com, SLEMAN— Tiga pertandingan awal Super League 2026/2027 belum menghasilkan satu pun poin untuk PSS Sleman. Rentetan hasil tersebut membuat masa depan Pieter Huistra sebagai pelatih kepala Super Elja ikut menjadi sorotan.

PSS kembali gagal meraih poin setelah takluk 1-2 dari Dewa United Banten FC di Banten International Stadium, Serang, Minggu (20/9/2026). Kekalahan itu menjadi yang ketiga secara beruntun bagi tim promosi tersebut.

Sebelumnya, PSS menyerah 1-2 dari Bali United pada laga tandang dan kalah 1-3 saat menjamu Madura United. Dengan demikian, Super Elja belum sekalipun meraih kemenangan pada tiga pekan pertama kompetisi.

Huistra Serahkan Nasibnya kepada Klub

Tekanan akibat hasil tersebut turut memunculkan pertanyaan mengenai posisi Pieter Huistra di kursi kepelatihan PSS. Pelatih asal Belanda itu memilih tidak banyak berspekulasi mengenai masa depannya.

"Mengenai posisi saya sendiri, ya, kita lihat saja nanti apa yang terjadi. Bagi saya, itu tidak masalah," kata Huistra dalam Post Match Press Conference pada Minggu (20/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan ketika PSS sedang berada dalam periode sulit. Namun, Huistra tetap menegaskan keyakinannya bahwa tim dapat segera mendapatkan hasil yang lebih baik.

"Saya yakin 100% bahwa hasil positif, poin-poin kemenangan akan datang kepada kami," tandas Huistra.

Huistra menilai PSS sebenarnya memiliki peluang untuk memperoleh hasil lebih baik dari tiga pertandingan pertama. Salah satu persoalan yang menurutnya masih harus diperbaiki adalah cara tim kemasukan gol.

"Sejauh ini, kami sebenarnya bisa meraih hasil lebih baik. Gol-gol lawan terjadi terlalu mudah, termasuk hari ini [saat melawan Dewa United]. Tapi keberhasilan itu pasti akan datang," tegasnya.

Huistra Minta Suporter Tetap Mendukung PSS

Di tengah hasil buruk tersebut, Huistra juga menyoroti peran suporter PSS Sleman. Menurut dia, dukungan dari para pendukung Super Elja tetap terasa meski tim harus menelan kekalahan.

"Kami memiliki suporter yang luar biasa di Sleman; mereka sangat penuh semangat dan emosional. Saat kami kalah, mereka pun ikut merasakan kekalahan itu. Namun, mereka juga selalu memberikan dukungan," tuturnya.

Huistra berharap dukungan tersebut tetap diberikan kepada tim dalam situasi sulit. Baginya, keberadaan suporter menjadi bagian penting dalam perjalanan PSS menghadapi kompetisi kasta tertinggi.

"Saya berharap mereka terus mendukung kami," ujarnya.

PSS sendiri berstatus sebagai tim promosi pada Super League 2026/2027. Dalam tiga laga pertama, Super Elja langsung menghadapi Bali United, Madura United, dan Dewa United.

Sebelum menghadapi Dewa United, Huistra juga mengakui lini pertahanan menjadi salah satu pekerjaan rumah PSS. Dalam dua pertandingan pertama, gawang Super Elja sudah kebobolan lima gol sehingga keseimbangan antara bertahan dan menyerang menjadi perhatian tim pelatih.

Kekalahan dari Dewa United kemudian membuat jumlah gol yang bersarang di gawang PSS bertambah menjadi tujuh dari tiga pertandingan. Di sisi lain, Super Elja baru mencetak tiga gol dari rangkaian laga tersebut.

Meski demikian, Huistra tidak ingin hasil buruk pada awal musim menjadi kesimpulan akhir perjalanan PSS. Dia tetap percaya timnya akan menemukan momentum untuk mengamankan poin dalam pertandingan berikutnya.

"Saya yakin 100% bahwa hasil positif, poin-poin kemenangan akan datang kepada kami," tandas Huistra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|