Penumpang berada di dalam salah satu bus Transjabodetabek, yang tarifnya diwacanakan akan naik.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakan segera melakukan penyesuaian terif Transjabodetabek. Namun, hingga kini belum ada informasi detail terkait besaran kenaikan tarif layanan transportasi umum dari Jakarta ke sejumlah daerah penyangga itu.
Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, mengatakan saat ini pihaknya masih terus melakukan pembahasan terkait kenaikan tarif. Namun, ia belum mau merinci besaran tarif Transjabodetabek yang bakal diberlakukan. Menurut dia, hal itu nantinya akan diumumkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
"Masih pembahasan, nanti Pak Gubernur (Pramono Anung Wibowo) yang akan sampaikan," kata Welfizon di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).
Menurut dia, pihaknya akan menampung seluruh masukan dalam menentukan besaran tarif Transjabodetabek, termasuk kajian mengenai kemauan dan kemampuan membayar (ability to pay-willingness to pay/ATP-WTP). Di sisi lain, pihaknya juga bakal mempertimbangkan kondisi fiskal Pemprov DKI Jakarta.
"Ya kan banyak hal yang harus dipertimbangkan. Ada fiskal, layanan, kondisi masyarakat, ability to pay, willingness to pay," ucap Welfizon.
Saat ini, tarif Transjabodetabek sama dengan bus reguler Transjakarta yaitu Rp 3.500 per penumpang. Ihwal beredarnya informasi tarif Transjabodetabek akan berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu, Welfizon menyatakan, hal itu belum diputuskan. Pihaknya masih terus melakukan pembahasan untuk penyesuaian tarif tersebut.

2 hours ago
3















































