REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang, Sutrisno, mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengawal proses pemenuhan hak-hak pekerja PT Victory Apparel Semarang yang mengalami PHK. Perusahaan garmen tersebut gulung tikar setelah terus mengalami kerugian.
Sutrisno mengungkapkan, terdapat 800-an pekerja PT Victory yang mengalami PHK. "Mereka sudah enam bulan tidak bekerja karena tidak ada order, tidak ada buyer. Tapi perusahaan tetap bertanggung jawab," ucapnya ketika diwawancara, Jumat (24/7/2026).
Dia menerangkan, saat ini Disnaker Kota Semarang tengah mendampingi 200 pekerja PT Victory. Menurut Sutrisno, penyelesaian dan pemenuhan hak-hak para pekerja akan dilakukan bertahap.
"Karena kontrak gedungnya itu sampai Oktober (2026), itu harapannya pertengahan September semua harus clear semua," ujarnya.
Sutrisno mengatakan, dalam proses pendampingan para pekerja PT Victory yang terkena PHK, Disnaker Kota Semarang tak hanya menggandeng serikat pekerja, tapi juga tim Tipidter Polrestabes Semarang. "Jadi kami bersama-sama mendampingi, mengawal, proses PHK ini," ucapnya.
Dia mengungkapkan, dia telah menerima informasi dari PT Victory soal mengapa mereka memutuskan menutup bisnisnya. "Katanya sudah tidak ada keuangan. Jadi bisnisnya sudah macet, sudah tidak ada yang order," katanya.
Sutrisno menambahkan, pihaknya akan berusaha mendampingi para pekerja PT Victory yang terdampak PHK. "Mereka yang ber-KTP Semarang, kami akan mencoba mengikutkan mereka ke BLK (balai latihan kerja), kami latih untuk usaha," ucapnya.
"Jadi bagi yang ber-KTP Semarang, silakan datang ke Disnaker untuk dapat pembekalan, kompetensi pelatihan, untuk buka wirausaha baru," tambah Sutrisno.
Dua perusahaan garmen di Jawa Tengah (Jateng), yakni PT Victory Apparel Semarang dan PT Samwon Busana Indonesia Jepara, mengalami kebangkrutan. Ratusan buruh di kedua perusahaan tersebut dipastikan menghadapi PHK.

9 hours ago
5















































