Petugas mengecek kadar glukosa atau gula darah (ilustrasi). Puasa Ramadhan dapat dijalani secara aman oleh banyak penderita diabetes asalkan dilakukan dengan perencandan matang, pengawasan medis, dan pola makan yang tepat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 tinggal menghitung hari. Bagi penderita diabetes, mungkin bertanya-tanya amankah menjalani puasa sehari penuh dengan kondisi tersebut?
Dokter spesialis endokrinologi, dr hab Eltayeb, mengungkapkan puasa Ramadhan dapat dijalani secara aman oleh banyak penderita diabetes asalkan dilakukan dengan perencandan matang, pengawasan medis, dan pola makan yang tepat. Menurutnya, panduan yang dipersonalisasi sangat penting untuk mencegah fluktuasi gula darah yang berbahaya selama bulan suci Ramadhan.
"Berpuasa dengan diabetes membutuhkan perencanaan, kesadaran, dan pengawasan medis. Dengan tindakan pencegahan yang tepat, nutrisi yang seimbang, penysuaian pengobatan, dan pemantauan rutin, banyak individu dengan diabetes yang stabil dapat menjalankan Ramadan dengan aman," kata Dr Elyateb, dilansir laman Gulf News, Ahad (15/2/2026).
Berikut tujuh tip penting dari dr Eltayeb agar penderita diabetes dapat berpuasa dengan aman:
1. Lakukan pemeriksaan medis sebelum Ramadhan
Pasien dianjurkan berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum Ramadan. Peninjauan gula darah, pengobatan, dosis insulin, dan kesehatan secara keseluruhan membantu menentukan apakah puasa aman.
2. Minum obat sesuai anjuran dokter
Waktu pemberian insulin atau obat oral mungkin perlu dimodifikasi untuk mencegah hipoglikemia (gula darah rendah) ata hiperglikemia (gula darah tinggi). Perubahan hanya boleh dilakukan di bawah bimbingan dokter.

2 weeks ago
14

















































