Purbaya Bertemu Lembaga Keuangan Dunia dan Investor Global di Washington

2 hours ago 1

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) berbincang dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat akan memberikan keterangan terkait program paket ekonomi usai rapat koorddinasi dengan Presiden Prabowo Subianto di Kantor Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (15/9/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa percaya diri, kondisi fiskal Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global. Keyakinan itu disampaikannya usai bertemu sejumlah lembaga internasional dan investor di Washington DC, Amerika Serikat (AS).

Dalam rangkaian kunjungan di Washington DC, Purbaya melakukan pertemuan dengan International Monetary Fund (IMF), World Bank, serta lembaga pemeringkat seperti S&P Global Ratings. Dia juga bertemu investor global, termasuk Goldman Sachs dan Fidelity Investments.

Menurut Purbaya, berbagai pihak tersebut memberikan respons positif terhadap strategi fiskal Indonesia, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan disiplin anggaran. "Mereka ingin memahami arah kebijakan kita dan menilai apakah strategi ini kredibel dan berkelanjutan," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta dikutip Kamis (16/4/2026).

Purbaya menyebut, selama ini banyak pihak mempertanyakan bagaimana Indonesia mampu tumbuh tanpa membebani anggaran negara. Namun, penjelasan pemerintah dinilai mampu menjawab keraguan tersebut.

Purbaya menegaskan, Indonesia memiliki bantalan fiskal yang cukup kuat, dengan cadangan anggaran sekitar Rp 420 triliun. Dia menilai, hal itu cukup untuk meredam berbagai tekanan eksternal, mulai dari gejolak geopolitik hingga kenaikan harga energi. "Kondisi fiskal kita kuat dan mampu menyerap shock yang terjadi," katanya.

Di sisi lain, kata dia, minat investor global terhadap Indonesia juga mulai meningkat, terutama pada instrumen pasar keuangan seperti obligasi dan saham. Meski masih didominasi investasi portofolio, menurut Purbaya, pemerintah optimistis aliran dana tersebut akan mendukung stabilitas pasar domestik.

Dia menyatakan, pemerintah telah melakukan berbagai penyesuaian kebijakan sejak akhir tahun lalu untuk menghadapi ketidakpastian global yang masih berlangsung. Dengan kondisi tersebut, kata Purbaya, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tetap terjaga, meski tekanan global belum mereda dalam waktu dekat.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|