Trump Berencana Lanjutkan Perundingan dengan Iran, Presiden China Beri 4 Poin Penting

2 hours ago 1

Pesawat A-10 Thunderbolt II Angkatan Udara AS terbang di atas wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS Juni 2020. Jenis pesawat ini ditembak jatuh militer Iran pada Jumat (3/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Pemerintah China menyambut baik bila Amerika Serikat (AS) benar-benar akan melanjutkan perundingan damai dengan Iran untuk menghentikan ketegangan di Timur Tengah. Prioritas utama untuk menghentikan perang adalah mencegah terjadinya kembali pertempuran, mempertahankan momentum gencatan senjata yang tidak mudah dicapai, serta tetap berkomitmen pada cara-cara politik dan diplomatik dalam menyelesaikan perselisihan.

"China menyambut baik semua upaya yang kondusif untuk mengakhiri konflik, dan memuji Pakistan karena telah menengahi gencatan senjata sementara AS-Iran dan peran mediasi yang adil dan seimbang," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (15/4/2026).

Saat bertemu dengan Putra Mahkota Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan dari Uni Emirat Arab pada Selasa (14/4/2026), Guo Jiakun menyebut Presiden Xi Jinping menyampaikan empat poin usulan tentang menjaga dan mempromosikan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

"Yaitu, tetap berkomitmen pada prinsip hidup berdampingan secara damai, prinsip kedaulatan nasional, prinsip supremasi hukum internasional, dan pendekatan yang seimbang terhadap pembangunan dan keamanan," tambah Guo Jiakun.

Usulan tersebut, kata dia, mencerminkan posisi konsisten dan upaya aktif China dalam mempromosikan gencatan senjata dan perdamaian, serta menganjurkan dialog dalam menyelesaikan perbedaan.

"China siap untuk terus bekerja sama dengan komunitas internasional untuk berkontribusi pada pemulihan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah dan kawasan Teluk secepatnya," tambah Guo Jiakun.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|