Radar canggih Turki.
REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS— Laporan berita Israel memperingatkan bahaya pemasangan radar canggih Turki di Bandara Internasional Damaskus yang menurutnya dapat memantau pergerakan penerbangan dalam jangkauan 150 hingga 200 kilometer.
Sementara Otoritas Penerbangan Sipil Suriah menyatakan radar tersebut adalah radar sipil yang digunakan untuk keperluan navigasi udara.
Dikutip dari Aljazeera, Kamis (20/1/2026) Saluran televisi Israel Channel 15 melaporkan pemasangan radar canggih ini akan menghalangi kebebasan operasi Angkatan Udara Israel.
Baik dalam melancarkan serangan di jantung Suriah maupun mendeteksi jalur pesawat tempur Israel yang sedang dalam perjalanan untuk menyerang Iran, menurut saluran tersebut.
Israel telah menyerang beberapa bandara militer dan sipil di Suriah setelah jatuhnya rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad yang digulingkan.
Penyerangan ini guna mencegah Turki memasang radar dan alat pemantauan dan pelacakan di sana, yang dapat membatasi kebebasan bergerak pesawat tempur Israel di wilayah udara Suriah.
Surat kabar Jerusalem Post mengutip pernyataan pejabat keamanan dan Barat, yang mengatakan bahwa pemasangan radar tersebut membahayakan kebebasan bergerak pesawat Israel di wilayah udara Suriah.
Sementara itu, Duta Besar Turki untuk Suriah, Noah Yilmaz, mengatakan sistem radar pemantauan lalu lintas udara "HTRS 100" yang diproduksi oleh perusahaan Turki Aselsan akan berkontribusi dalam meningkatkan keselamatan penerbangan di Bandara Internasional Damaskus.
Hal ini disampaikan dalam sebuah postingan di akunnya di platform X, Selasa, mengenai kunjungannya ke Bandara Damaskus untuk melihat informasi tentang pemasangan sistem di bandara tersebut.

1 month ago
14

















































