Ilustrasi dapur umum.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dirayakan dengan suasana berbeda oleh para penyintas bencana di ujung utara Sumatera. Di tengah proses pemulihan pascabanjir bandang, kepedulian antardaerah dan semangat gotong royong menjadi kekuatan utama bagi warga untuk tetap menjalankan ibadah puasa dengan khidmat, meski harus berbagi ruang di tenda pengungsian.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, duka akibat banjir bandang akhir November 2025 lalu coba dibalut dengan hadirnya empat titik dapur umum yang diinisiasi oleh NU Care-LAZISNU Jawa Timur. Tersebar di Desa Kota Lintang Bawah, Desa Banai, Desa Menanggini, hingga satu titik di wilayah Aceh Timur, dapur umum ini menjadi tumpuan warga untuk mendapatkan santap sahur dan berbuka.
“Kami hadir untuk memastikan kebutuhan pangan warga terpenuhi selama masa pemulihan,” ujar Ahmad Syaiful, anggota tim LAZISNU Jatim, Senin (23/2/2026). Penyaluran logistik tahap awal yang terdiri dari beras, mi instan, minyak goreng, hingga bumbu dapur diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan hingga beberapa hari ke depan.
Tak hanya bahan pokok, LAZISNU Jatim juga memboyong perlengkapan dapur lengkap, mulai dari kompor dua tungku hingga penanak nasi, agar operasional dapur berjalan optimal. Menjelang Idul Fitri nanti, mereka bahkan telah menyiapkan paket pakaian layak pakai untuk menghadirkan secercah kebahagiaan bagi para penyintas.
Kesahajaan Sahur Perdana di Tapanuli Selatan
Bergeser ke selatan, pemandangan serupa terlihat di Desa Batu Hula, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sejak pukul 03.00 WIB dini hari, kepulan asap sudah terlihat dari posko dapur umum. Para petugas bergegas menyiapkan makan sahur bagi 220 kepala keluarga yang tersebar di berbagai titik pengungsian, mulai dari tenda darurat hingga bengkel milik warga.
sumber : Antara

1 week ago
2

















































