Jakarta, CNBC Indonesia - Menjelang Idulfitri, bukan hanya harga bahan pangan yang mengalami kenaikan, tetapi pakaian dan alas kaki juga ikut mengalami kenaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya inflasi pada beberapa komoditas yang identik dengan perayaan Lebaran, meskipun kenaikannya tidak setinggi produk makanan dan minuman.
"Karena Lebaran itu kan kelompok pakaian dan alas kaki menjelang Idulfitri suka meningkat," ungkap Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (24/3/2025).
Menurut Amalia, tradisi membeli baju baru masih menjadi kebiasaan masyarakat dalam menyambut Lebaran. Sejumlah komoditas pakaian dan alas kaki yang mengalami kenaikan harga di bulan Ramadan ini antara lain mukena, kerudung, sarung, sandal karet pria/wanita, dan sandal kulit pria.
Berdasarkan data BPS, pada Maret 2024, kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi sebesar 0,01%, sedangkan pada April 2024 tercatat sebesar -0,02%. Meskipun angkanya tidak setinggi kelompok makanan dan minuman yang mencapai 0,52% di Maret dan 0,25% di April 2024, kenaikan tetap terjadi pada beberapa komoditas utama.
Dalam rincian lebih lanjut, beberapa barang yang mengalami kenaikan inflasi cukup tinggi pada April 2024 lalu, diantaranya:
- Mukena naik dari 0,52% di Maret menjadi 1,35%
- Sarung naik dari 0,58% di Maret menjadi 0,91%
- Baju Muslim Pria naik dari 0,51% di Maret menjadi 0,86%
- Blus Wanita melonjak dari 0,26% di Maret menjadi 0,82%
- Sandal Karet Wanita naik dari 0,27% di Maret menjadi 0,79%
- Celana Panjang Jeans Anak mengalami lonjakan dari 0,34% di Maret menjadi 1,15%
"Biasanya salah satu perayaan Idulfitri itu identik dengan membeli pakaian dan baju baru. Nah, ini kalau kita lihat di kelompok pakaian dan alas kaki itu ternyata komoditas-komoditas inilah yang mengalami kenaikan harga atau mengalami inflasi secara month-to-month (mtm)," jelasnya.
Amalia mengatakan, meskipun harga pakaian dan alas kaki mengalami inflasi, tekanannya masih lebih rendah dibandingkan dengan sektor makanan, minuman, dan tembakau yang cenderung lebih terdampak oleh momentum Ramadan dan Lebaran.
"Tekanan dari pakaian dan alas kaki relatif tidak terlalu tinggi, walaupun ada inflasi, tetapi tidak sebesar kebutuhan makanan atau minuman," ujarnya.
Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap barang-barang keperluan Lebaran, terutama di bulan April yang menjadi puncak persiapan Idulfitri.
"Memang selama Lebaran ada kebutuhan yang relatif lebih besar untuk komoditas pakaian terutama yang tadi saya sampaikan," pungkasnya.
(dce)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Lagi! BPS Catat Deflasi 0,48% (mtm) di Februari 2025
Next Article Pemerintah Sudah Cairkan Rp1.834 T Dalam 10 Bulan, Buat Apa Saja?