Rentetan Drone Bunuh Diri Iran Hajar Kapal Induk Abraham Lincoln

3 hours ago 1

Kapal induk USS Abraham Lincoln saat berlayar di Selat Hormuz di dekat Iran pada 2019.

REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Kapal Induk USS Abraham Lincoln dilaporkan mendapatkan rentetan serangan pesawat nirawak (drone) Iran di Laut Oman, Kamis (5/3/2026). Dilansir dari Al Mayadeen, drone dari Angkatan Udara Iran tersebut menghantam kapal raksasa itu saat berada dalam radius 340 kilometer dari garis pantai Iran. 

Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengonfirmasi kapal yang menjadi landasan jet tempur AS tersebut dihantam saat Washington mencoba mengganggu kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Selat Hormuz.

Al Mayadeen melaporkan, hantaman rentetan drone bunuh diri Iran dilaporkan memicu kepanikan di atas dek USS Abraham Lincoln. Tak butuh waktu lama bagi kapal induk tersebut untuk memutar haluan. Didampingi oleh kapal-kapal perusak pengawalnya, armada tempur AS itu mundur cepat dan kini dilaporkan berada pada jarak lebih dari 1.000 kilometer dari wilayah operasional Iran.

"Persiapan operasional dan koordinasi antar-angkatan bersenjata kami telah mengubah persamaan perang ini," bunyi pernyataan resmi IRGC. Mereka menegaskan bahwa kapabilitas militer Iran jauh melampaui perkiraan intelijen Amerika Serikat maupun Israel.

Tentara AS kabur

Narasi yang dibangun Teheran kian menyudutkan Washington. IRGC mengklaim tengah memantau apa yang mereka sebut sebagai "pelarian pengecut" tentara Amerika dari pangkalan-pangkalan militer mereka menuju hotel-hotel di negara-negara tuan rumah.

Langkah AS yang menggunakan fasilitas sipil sebagai tempat perlindungan bagi personel militernya dianggap Iran sebagai taktik "perisai manusia". Meski demikian, Teheran memberikan peringatan keras: "Garda Revolusi sedang berbaring menunggu para penjajah. Kami tidak akan membiarkan mereka lolos," tegas Letkol Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Khatam al-Anbiya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|