Respons BRI Soal Purbaya Perpanjang Penempatan Dana SAL

2 hours ago 1

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) merespons positif rencana Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa untuk memperpanjang penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp 200 triliun ke bank milik negara (himpunan bank milik negara/himbara). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) merespons positif rencana Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa untuk memperpanjang penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp 200 triliun ke bank milik negara (himpunan bank milik negara/himbara).

Direktur Treasury and International Banking PT BRI Farida Thamrin menyampaikan, rencana Purbaya tersebut merupakan kabar baik bagi perseroan. Pemerintah diketahui memperpanjang jatuh tempo penempatan dana SAL menjadi September 2026 dari semula Maret 2026.

“Hal ini sangat positif. Dengan perpanjangan SAL ini, maka kita jadi semakin yakin bahwa stabilitas likuiditas perbankan pun akan sangat terjaga. Dan tentunya kalau stabilitas likuiditasnya terjaga, maka transmisi kebijakan fiskal ke sektor riil juga akan semakin terjaga,” ujar Farida dalam konferensi pers Kinerja BRI Tahun 2025 yang digelar secara virtual, Kamis (26/2/2026).

Lebih lanjut, Farida menerangkan, di BRI dana SAL keseluruhan yang diterima mencapai Rp 80 triliun. Sebanyak Rp 55 triliun merupakan bagian dari total penempatan dana Rp 200 triliun untuk seluruh himbara. BRI mendapatkan kembali dana pada fase kedua sebesar Rp 25 triliun, tetapi bersifat short term sehingga tidak diperpanjang.

“Dari keseluruhan dana SAL tersebut, BRI sudah membentuk pinjaman kepada debitur. Ada berbagai segmen yang kami salurkan, mulai dari mikro, SME, consumer, dan sedikit korporasi. Namun, untuk BRI, kredit yang disalurkan ini mayoritas ke sektor mikro, hampir mencapai 50 persen,” ujarnya.

Farida menuturkan, dari sisi sektor atau dampaknya terhadap ekonomi, penyaluran tersebut mencakup hampir seluruh sektor riil, baik skala besar maupun eceran, seperti sektor pertanian, kehutanan, perikanan, dan beberapa sektor riil lain yang mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.

“Kalau melihat perpanjangan SAL ini, kita sangat optimistis pertumbuhan kredit perbankan ke depannya akan positif,” kata dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|