RI-China Makin Lengket, Teken Proposal 16 Proyek Investasi Rp36,7 T

20 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia terus memperkuat dan memperdalam hubungan bilateral dengan berbagai negara mitra strategis guna mendukung kepentingan nasional dan pembangunan ekonomi jangka panjang.

Salah satu kerja sama strategis yang komprehensif dan berkelanjutan dilakukan Indonesia dengan China pada berbagai bidang, seperti perdagangan, investasi, dan industri.

Seperti yang diketahui, China merupakan menjadi mitra dagang utama Indonesia dengan besaran mencapai US$135,2 miliar pada tahun 2024,

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan kemitraan Indonesia-China juga terus diperkuat melalui peran aktif berbagai pemangku kepentingan, salah satunya China Chamber of Commerce in Indonesia (CCCI).

Selama dua dekade terakhir, CCCI telah berkembang menjadi jembatan komunikasi antara Pemerintah dan dunia usaha, sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Dalam keterangan resminya Airlangga menjelaskan, dengan populasi 1,4 miliar jiwa, China berada di urutan kedua di dunia, sementara Indonesia memiliki 285 juta jiwa berada di urutan keempat, keduanya merupakan anggota G20, dan China adalah negara dengan ekonomi terbesar kedua dengan PDB US$17,8 triliun dan Indonesia memiliki PDB US$1,4 triliun.

"Jadi, ini benar-benar merupakan tonggak penting bahwa kolaborasi dan kerja sama antara kedua negara terbuka. Ini adalah pasar besar yang menawarkan peluang bagi kedua perusahaan dan kedua negara," ujar Airlangga dalam keterangan resminya dikutip Sabtu (10/1/2026).

Selain menjadi mitra dagang utama. kerja sama kedua negara juga terus menunjukkan kemajuan strategis melalui inisiatif Two Parks Twin Countries (TCTP). Inisiatif TCTP tersebut merupakan kerangka kerja sama strategis untuk memperkuat kolaborasi industri, memfasilitasi investasi, dan mengintegrasikan rantai pasok.

Nota Kesepahaman terkait TCTP yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2021 lalu telah diperbarui pada Mei 2025 melalui penandatanganan antara Menko Airlangga dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao, dan disaksikan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Li Qiang.

Hal tersebut menjadi salah satu wujud nyata dalam menunjukkan komitmen politik yang kuat di tingkat tinggi.

Sebagai bagian integral dari penguatan kerja sama TCTP tersebut, telah dilakukan penandatanganan 16 proposal proyek antara perusahaan-perusahaan Fujian dan mitra-mitra Indonesia dengan nilai total sebesar US$2,19 miliar atau setara Rp36,7 triliun dengan kurs melansir Revinitiv Rp16.795/ US$ pada penutupan perdagangan 9 Januari 2025. Berbagai proyek tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, termasuk logam dasar, pengolahan daging dan makanan laut, tekstil, teh, furnitur, drone, baterai, dan kecerdasan buatan.

"Ke depannya, Indonesia menyambut baik kolaborasi yang lebih dalam di bidang infrastruktur, logistik, industri hilir, manufaktur, energi terbarukan, ekonomi digital, AI, komputasi kuantum, ketahanan pangan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia," ujarnya.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam acara 20th Anniversary Celebration of the China Chamber of Commerce in Indonesia, Jumat (9/1/2026), (Dok. ekon.go.id)Foto: Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam acara 20th Anniversary Celebration of the China Chamber of Commerce in Indonesia, Jumat (9/1/2026), (Dok. ekon.go.id)
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam acara 20th Anniversary Celebration of the China Chamber of Commerce in Indonesia, Jumat (9/1/2026), (Dok. ekon.go.id)

(dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|