Riset Ungkap 5 Ciri Anak Sukses, Bukan Karena Sekolah Mahal

2 hours ago 4

Harianjogja.com, JOGJA— Banyak orang tua rela mengeluarkan biaya besar demi memasukkan anak ke sekolah favorit atau lembaga pendidikan bergengsi. Harapannya, anak memperoleh pendidikan terbaik dan memiliki masa depan yang lebih cerah.

Namun, berbagai penelitian justru belum menemukan bukti kuat bahwa sekolah mahal secara langsung menentukan kesuksesan seseorang di masa depan. Faktor yang lebih berpengaruh ternyata berasal dari karakter dan pola asuh yang diterima anak sejak usia dini.

Temuan tersebut diungkap oleh penulis asal Amerika Serikat, Margot Machol Bisnow, melalui riset yang dituangkan dalam buku Raising an Entrepreneur. Ia mewawancarai 70 orang tua yang anak-anaknya tumbuh menjadi pengusaha sukses untuk mencari pola yang sama dalam proses tumbuh kembang mereka.

Hasilnya menunjukkan ada lima karakter utama yang berulang dan menjadi fondasi keberhasilan anak ketika dewasa.

1. Gigih dan Tidak Mudah Menyerah

Karakter pertama yang paling sering ditemukan adalah kegigihan. Anak-anak yang memiliki sifat ini tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan atau hambatan.

Mereka cenderung terus mencoba, mencari cara baru, dan menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses belajar.

Salah satu contoh yang diangkat dalam penelitian tersebut adalah Jonathan Neman, pendiri jaringan restoran salad sehat Sweetgreen. Sebelum sukses, ia mengaku mengalami berbagai kegagalan dalam berbisnis saat masih muda.

"Kami terus berusaha. Saat gagal, kami mencoba lagi. Gagal lagi, coba lagi. Saya tidak lebih pintar dari orang lain, tapi saya gigih," ujar Neman.

Menurut para psikolog, karakter ini berkaitan erat dengan konsep growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui latihan, pengalaman, dan kerja keras.

2. Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi

Karakter berikutnya adalah rasa penasaran yang besar terhadap lingkungan sekitar.

Anak-anak dengan rasa ingin tahu tinggi biasanya gemar bertanya, mencoba hal baru, dan mengeksplorasi banyak hal yang menarik perhatian mereka.

Bisnow mencontohkan kisah Tania Yuki, pendiri sekaligus CEO Shareablee. Saat kecil, Tania dikenal sangat aktif dan selalu ingin mengetahui fungsi berbagai benda di sekitarnya.

Ketika seorang petugas toko menegur karena ia menyentuh barang dagangan, sang ayah justru memberikan dukungan.

"Dia hanya ingin tahu. Jika dia merusak sesuatu, aku akan membayarnya."

Sikap tersebut membuat Tania memahami bahwa rasa ingin tahu bukan sesuatu yang harus ditekan, melainkan kemampuan yang perlu dikembangkan.

3. Punya Minat dan Keberanian Menentukan Pilihan

Anak yang sukses juga umumnya memiliki minat kuat terhadap bidang tertentu dan diberi kesempatan untuk mengeksplorasinya.

Orang tua dalam penelitian Bisnow tidak selalu mengarahkan anak mengikuti jalur yang mereka inginkan. Sebaliknya, mereka memberi ruang bagi anak untuk menemukan minatnya sendiri.

Contohnya adalah Robert Stephens, yang sejak kecil senang membongkar dan memperbaiki berbagai barang. Ketertarikan tersebut terus didukung oleh orang tuanya hingga berkembang menjadi bisnis reparasi bernilai jutaan dolar.

Menurut Bisnow, pengalaman semacam itu membantu anak membangun internal locus of control, yaitu keyakinan bahwa mereka memiliki kendali terhadap masa depan dan keputusan hidupnya sendiri.

4. Berani Memulai Sesuatu

Kesuksesan juga sering berawal dari keberanian mengambil langkah pertama.

Karakter ini terlihat pada Paige Mycoskie, pendiri merek fesyen Aviator Nation. Saat berusia 20 tahun, ia menggunakan hadiah uang dari kakek dan neneknya untuk membeli mesin jahit dan mulai membuat produk sendiri.

Keputusan sederhana tersebut kemudian berkembang menjadi bisnis besar dengan nilai penjualan ratusan juta dolar AS.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa keberanian memulai tidak selalu membutuhkan modal besar. Yang terpenting adalah kemauan untuk bertindak dan mencoba.

5. Tidak Takut Menghadapi Kegagalan

Karakter terakhir yang banyak ditemukan pada anak-anak sukses adalah keberanian menghadapi risiko dan kegagalan.

Mereka tidak melihat kegagalan sebagai sesuatu yang memalukan, melainkan bagian alami dari proses mencapai tujuan.

Ibu dari Dhani Jones, pendiri Qey Capital, mengatakan bahwa kepercayaan diri yang ditanamkan sejak kecil membuat anak berani mengambil keputusan dan menghadapi konsekuensinya.

"Jika orang tua mereka menanamkan kepercayaan diri yang cukup pada mereka, mereka dapat menjalani hidup tanpa rasa takut."

Kemampuan menghadapi kegagalan inilah yang sering menjadi pembeda antara mereka yang berhenti di tengah jalan dan mereka yang terus berkembang.

Peran Orang Tua Lebih Penting dari Sekolah Mahal

Temuan Bisnow menunjukkan bahwa kesuksesan anak tidak semata-mata ditentukan oleh sekolah elite, nilai akademik tinggi, atau fasilitas pendidikan yang mahal.

Yang lebih berpengaruh justru lingkungan keluarga yang memberi ruang bagi anak untuk mencoba, gagal, belajar, dan menemukan potensi dirinya sendiri.

Karakter seperti kegigihan, rasa ingin tahu, keberanian mengambil keputusan, kemauan memulai sesuatu, serta ketangguhan menghadapi kegagalan terbukti menjadi modal penting yang akan terus berguna hingga dewasa.

Karena itu, sebelum fokus mencari sekolah terbaik, orang tua juga perlu memastikan bahwa anak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kualitas-kualitas tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|