Rusia Terbuka Berdiskusi dengan ASEAN untuk Selaraskan Transaksi Digital

5 hours ago 3

Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan antara Indonesia dan Rusia bertujuan mengurangi risiko tekanan fiskal global. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar Rusia untuk ASEAN Evgeny Zagaynov menyampaikan pihaknya membuka ruang untuk berdiskusi dengan negara-negara mitra di Asia Tenggara guna menyesuaikan sistem transaksi dan ekonomi digital.

"Ini adalah sesuatu yang terbuka untuk kami diskusikan dengan mitra kami di Asia Tenggara, baik secara bilateral maupun dengan ASEAN sebagai sebuah organisasi. Ini adalah isu yang kami usulkan untuk didiskusikan dengan mitra kami," kata Dubes Zagaynov di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Sementara itu, ASEAN dan Rusia diperkirakan masih memerlukan waktu untuk mencapai target perdagangan sebesar 100 miliar dolar AS atau setara Rp 1,797 kuadriliun. "Ini target yang sangat ambisius, tetapi tentu saja akan membutuhkan waktu, khususnya dengan mempertimbangkan situasi geopolitik saat ini dan pembatasan hukum yang telah diberlakukan terhadap Rusia," kata Zagaynov.

Dia juga menyebut tantangan utama dalam memperluas perdagangan dengan ASEAN berasal dari upaya negara-negara Barat yang menghambat kerja sama Rusia dengan Asia Tenggara dan negara berkembang lainnya.

Bentuk hambatan tersebut berupa pembatasan keuangan yang dinilai tidak sah serta ancaman sanksi sekunder terhadap mitra yang dianggap tidak dapat diterima. "Kita perlu menentang ancaman tersebut dan kita perlu menemukan jalan yang tepat bersama mitra kita di kawasan ini," tambahnya.

Pembatasan tersebut secara langsung berpengaruh terhadap Rusia dan negara-negara mitra Rusia di ASEAN karena menghambat upaya Rusia untuk berkontribusi pada pembangunan kawasan.

Sektor energi dinilai dapat menjadi prioritas kerja sama perdagangan antara ASEAN dan Rusia, baik energi tradisional, energi nuklir, transisi energi, maupun ekonomi digital. "Jadi, salah satu tugasnya adalah mengatasi masalah logistik ini, aspek keuangan kerja sama kami, dan mengerjakan skema keuangan alternatif untuk melanjutkan kerja sama bilateral kami," ujarnya.

Sebelumnya, Selasa (23/6/2026), Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan antara Indonesia dan Rusia bertujuan mengurangi risiko tekanan fiskal global.

Dengan memperluas pembayaran menggunakan mata uang nasional, kerja sama bilateral diharapkan semakin kuat dan meningkat.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|