Saat Suaminya Sakit tak Bisa Lagi Bekerja, Suniah Harus Rela Kena PHK Usai Pabrik Garmen Bangkrut

2 hours ago 3

Potret pekerja PT Victory Apparel Semarang yang sedang dalam proses pemutusan hubungan kerja (PHK), Senin (27/7/2026). Meski datang ke pabrik, mereka tidak lagi melakukan aktivitas produksi. Hal itu karena PT Victory tak lagi mampu melanjutkan operasional bisnisnya akibat merugi.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Setelah 20 tahun, Suniah (50 tahun) akan mengakhiri rutinitasnya sebagai buruh di PT Victory Apparel Semarang. Dia dan 800-an temannya sesama pekerja sedang dalam proses pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah perusahaan tersebut bangkrut dan harus gulung tikar.

“Sebenarnya saya sedih. Apalagi saat ini saya masih jadi tulang punggung keluarga,” kata Suniah saat ditemui Republika di pabrik PT Victory Apparel Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/7/2026).

Suniah mengaku suaminya tidak bisa bekerja dan mencari nafkah karena sakit. Oleh sebab itu, semua kebutuhan keluarga harus dipikul olehnya. “Sekarang saya masih butuh biaya karena satu anak saya masih sekolah di kelas I STM. Sedangkan anak saya yang satunya sudah bekerja,” ucapnya.

Dengan usianya yang sudah kepala lima, Suniah ragu bisa bekerja lagi di pabrik atau perusahaan lain. “Tapi saya kan bisa jahit, jadi mungkin nanti nyambi saja nyari jahitan. Pilihan lainnya paling berjualan. Intinya apapun caranya supaya bisa makan setiap hari,” ujarnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|