Satu Bulan Pascakerusuhan dan Pembakaran Kios di Kalibata, Delapan Pedagang Gulung Tikar

1 month ago 3

Henny Maria (tengah), perwakilan pedagang kios di Kalibata, Jakarta Selatan, berharap mendapatkan bantuan untuk kembali membuka kios.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satu bulan pascapembakaran, delapan pedagang gulung tikar akibat kericuhan yang menewaskan dua penagih utang (debt collector) di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Dari 37 kios yang terdampak, 20 kios belum menerima bantuan yang mencukupi untuk kembali membangun usahanya.

Henny Maria, salah satu pedagang yang terkena dampak pembakaran mengaku kesulitan mengumpulkan modal demi kembali menghidupkan usahanya. Kios steaknya ludes dilahap api pada kerusuhan tepat satu bulan lalu.

"Sebagian besar masih banyak yang terkendala. Intinya, kami harus menambah modal lagi untuk terpaksa membuka lapak lagi dari awal," katanya kepada wartawan di Kalibata Jakarta, Senin (12/1/2026).

Henny menjelaskan, sudah tiga tahun berdagang di Kalibata. Namun kebakaran tersebut membuatnya membutuhkan waktu dan tenaga untuk bisa kembali pulih.

BACA JUGA: Cerita Henny Maria, Pedagang Kalibata yang Kiosnya Dibakar Matel: Trauma dan Rugi Ratusan Juta

Dia mengungkapkan, sebenarnya ada pihak yang berjanji memberikan bantuan kepada para pedagang. Sejumlah pihak pun sudah menghubunginya, tetapi hingga kini belum terealisasi.

"Kami sangat berharap itu bisa terealisasi dan memberikan kami dukungan untuk pulih," katanya.

Sejumlah pedagang memang bisa kembali membuka usaha. Namun, kata Henny, mereka membuka usaha dengan modal nekat. "Ada yang berhutang," kata Henny yang masih menjalankan kewajiban memenuhi panggilan Polda Metro Jaya guna memberikan keterangan terkait kasus tersebut. Selain mendapatkan bantuan, perempuan berjilbab itu berharap kejadian serupa tidak terulang lagi.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|