8000 hoki Akun web Slots Gacor Malaysia Terpercaya Mudah Lancar Win Online
hoki kilat slot Data Platform web Slot Maxwin Malaysia Terbaru Mudah Lancar Scatter Setiap Hari
1000hoki Agen web Slot Gacor Vietnam Terbaik Pasti Lancar Scatter Full Online
5000 Hoki Online Demo website Slots Maxwin Philippines Terbaik Gampang Win Online
7000 Hoki Online List ID server Slots Maxwin Terkini Pasti Scatter Non Stop
9000hoki Data Login website Slots Gacor Cambodia Terbaru Sering Scatter Setiap Hari
List Slots Maxwin server Indonesia Terkini Sering Lancar Jackpot Terus
Idagent138 login Id Slot Anti Rungkad
Luckygaming138 Akun Slot Anti Rungkad Online
Adugaming Id Slot Maxwin Online
kiss69 Daftar Slot Maxwin Terpercaya
Agent188 Slot Gacor Terpercaya
Moto128 Akun Slot Maxwin Terbaik
Betplay138 Daftar Id Slot Anti Rungkat
Letsbet77 login Slot Gacor Online
Portbet88 Daftar Slot Anti Rungkat Terpercaya
Jfgaming168 Id Slot Gacor Terbaik
MasterGaming138 Daftar Slot Terbaik
Adagaming168 Daftar Id Slot Anti Rungkad Terpercaya
Kingbet189 Daftar Slot Gacor Terbaik
Summer138 Daftar Akun Slot Game
Evorabid77 Daftar Id Slot Game Terbaik
Jakarta, CNBC Indonesia-Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kini jadi perbincangan publik sejak diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal pekan lalu. Tak sedikit publik yang kemudian ragu dan khawatir akan masa depan Danantara.
Hal ini ternyata juga menarik perhatian dua Presiden Indonesia sebelumnya. Adalah Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Melalui laman resminya di X, SBY menyoroti adanya sejumlah pihak yang khawatir bahwa Danantara tidak akan memberikan manfaat bagi perekonomian Indonesia. Ia menyebut bahwa ada keraguan terhadap tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas lembaga ini, termasuk potensi konflik kepentingan serta keterlibatan politik yang tidak semestinya.
Meski demikian, SBY menilai bahwa niat dan tujuan Presiden Prabowo dalam membentuk Danantara adalah baik. Keberadaan lembaga ini diharapkan dapat memperkuat investasi nasional, khususnya yang bersifat strategis dan berjangka panjang guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Pandangan saya, sebenarnya niat dan tujuan Presiden Prabowo ini baik. Keberadaan Danantara diharapkan bisa memperkuat investasi nasional, utamanya yang bersifat strategis (long-term strategic investment) yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menuju ekonomi Indonesia yang kuat (strong economy)," sebagaimana dikutip dari akun resmi X SBY, Senin, (3/3/2025).
SBY juga menekankan bahwa kritik terhadap Danantara sebaiknya dipandang secara positif. Menurutnya, kekhawatiran masyarakat menunjukkan keinginan agar lembaga ini berhasil mencapai tujuannya dan tidak mengalami kegagalan.
"Terhadap suara rakyat seperti itu justru mesti membuat para pengelola Danantara tertantang dan mesti pula membuktikan bahwa kecemasan rakyat itu tak akan terjadi," tambahnya.
Menurut SBY, kunci utama keberhasilan Danantara adalah tata kelola yang baik, keahlian para pengelolanya, serta pengambilan keputusan ekonomi dan bisnis yang tepat serta berhati-hati. Selain itu, lembaga ini harus memastikan transparansi, akuntabilitas, kepatuhan hukum, serta progres yang positif dari waktu ke waktu.
Ia juga mengingatkan bahwa Danantara harus bebas dari konflik kepentingan dan tidak boleh terpengaruh oleh kepentingan politik. SBY menekankan pentingnya penyampaian informasi secara berkala kepada masyarakat mengenai perkembangan Danantara.
Jokowi sendiri juga sempat membicarakan Danantara melalui laman Instragram pribadi. Menurut Jokowi Danantara adalah terobosan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan hadirnya institusi ini, akan terbuka lebih banyak peluang bagi masyarakat dan tercipta dorongan baru untuk pembangunan yang berkelanjutan.
"Saya optimistis Danantara akan berperan penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Mari kita dukung langkah ini demi masa depan bangsa."
(mij/mij)
Saksikan video di bawah ini:
Video: IHSG Anjlok Lebih dari 2%, Investor Khawatir Soal Danantara?
Next Article Superholding BUMN Bakal Mirip Temasek, Ini Profilnya