Foto udara truk sampah antre membongkar muatan di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Burangkeng, Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
REPUBLIKA.CO.ID, CIKARANG -- Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memastikan operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kecamatan Setu, kembali normal setelah sempat mengalami kendala dalam beberapa hari terakhir. Pemulihan ini dilakukan melalui langkah cepat yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Syafri Donny Sirait mengatakan pemerintah daerah segera menggelar rapat maraton untuk mencari solusi atas terhentinya operasional pengolahan dan pengangkutan sampah.
“Kemarin bersama pimpinan daerah kita segera mengambil langkah cepat melalui rapat maraton guna mencari solusi terbaik agar operasional dapat kembali berjalan,” ujar Donny di Cikarang, Ahad.
Ia menjelaskan gangguan operasional terjadi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar industri yang berdampak langsung terhadap biaya operasional pihak ketiga selaku pengelola alat berat di TPA tersebut.
Kondisi di luar perhitungan kontrak kerja sama itu menyebabkan pihak ketiga menghentikan sementara operasional puluhan alat berat. Dampaknya, antrean panjang truk pengangkut sampah dari berbagai wilayah Kabupaten Bekasi sempat terjadi.
Namun setelah dilakukan pembahasan intensif antara pemerintah daerah dan pengelola, operasional pengolahan sampah kembali dibuka melalui skema penyesuaian teknis.
“Ada penyesuaian jumlah alat berat yang beroperasi dari sebelumnya 22 unit menjadi 18 unit untuk menyesuaikan anggaran yang ada,” katanya.
Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai langkah efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Saat ini, aktivitas di TPA Burangkeng telah kembali berjalan normal.
“Sekarang sudah normal, tidak ada antrean dan armada sudah bergerak kembali. Itu yang menjadi fokus utama kami saat ini,” ujarnya.
sumber : Antara

4 hours ago
2













































