Sentimen Domestik Lemah, Rupiah Turun Tipis ke Level Rp 17.130, IHSG Menguat ke 7.598

5 hours ago 1

Karyawan menghitung uang dolar di money changer PT Valuta Artha Mas, ITC Kuningan, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah pada Selasa (14/4/2026) pagi melemah 25 poin atau 0,15 persen menjadi Rp 17.130 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.105 per dolar AS. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah disebabkan sentimen domestik yang masih sangat lemah.

“Pelemahan ini menggarisbawahi sentimen domestik yang masih sangat lemah, di antaranya kekhawatiran akan defisit anggaran, downgrade outlook pertumbuhan ekonomi, cadev (cadangan devisa) yang terus menurun, serta surplus perdagangan yang semakin kecil,” ujarnya di Jakarta, Selasa.

Per Maret 2026, defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tercatat melonjak sekitar Rp 240,1 triliun atau naik 140 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 sebesar 148,2 miliar dolar AS, menurun dibandingkan posisi akhir Februari 2026 sebesar 151,9 miliar dolar AS.

Adapun neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026 mencatat surplus 1,27 miliar dolar AS, dengan rincian ekspor sebesar 22,17 miliar dolar AS dan impor 20,89 miliar dolar AS. Surplus perdagangan meningkat menjadi 1,27 miliar dolar AS pada Februari 2026 dari 0,95 miliar dolar AS, ditopang oleh penurunan impor migas.

Terkait outlook pertumbuhan ekonomi, Bank Dunia memproyeksikan berada di level 4,7 persen, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 4,8 persen. Kendati terdapat sejumlah sentimen negatif, rupiah dinilai berpotensi menguat di tengah sentimen pasar global yang pulih dan harga minyak yang turun ke kisaran di bawah 100 dolar AS per barel.

“Investor menaruh harapan pada perundingan damai (AS-Iran) yang diharapkan masih berlanjut,” ungkap Lukman.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp 17.050–Rp 17.150 per dolar AS.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|