Pelajar yang mengalami gejala keracunan makanan berbaring usai mendapatkan penanganan medis di RSUD Ahmad Ripin, Sengeti, Muaro Jambi, Jambi, Jumat (30/1/2026) malam. Sedikitnya 110 pelajar tingkat kanak-kanak hingga menengah atas di Kecamatan Sekernan, Muaro Jambi itu mengalami gejala keracunan makanan yang diduga akibat makan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah mereka.
REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Kasus dugaan keracunan usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dialami siswa dan guru di Kota Cimahi, Jawa Barat pada Rabu (25/2/2026). Ada korban yang dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Kota Cimahi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
"Betul bahwa ada dugaan (keracunan) beberapa orang masuk (rumah sakit). Laporan saya terima jam setengah 6 sore," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati di RSUD Cibabat.
Dari laporan yang didapat Dinas Kesehatan Kota Cimahi hingga pukul 20.00 WIB, korban dugaan keracunan usai mengonsumsi MBG itu ada yang dibawa ke RSUD Cibabat, Rumah Sakit Mitra Kasih dan Rumah Sakit Dustira.
"Dan sementara pasien yang masuk ke Rumah Sakit Mitra Kasih ada 2 orang, yang ke Dustira ada 1 orang, dan yang ke Rumah Sakit Cibabat ada 11 orang," terang Mulyati
Hasil asesmen sementara, kata dia, korban di sejumlah sekolah di tingkat TK, PAUD, SD dan SMP itu mengonsumsi menu MBG pada Rabu (25/2/2026). Ada yang dikonsumsi setelah dibagikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan yang dikonsumsi saat jam berbuka puasa.
"Ada dibagi makanan dari SPPG dan ada yang dimakan setelah buka dan untuk anak-anak kecil barangkali ada yang dimakan di posisi siang jam 11 atau jam 12," ujar dia.
Setelah mengkonsumsi menu MBG itu, siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan seperti muntah-mundah dan pusing sehingga dibawa ke fasilitas kesehatan. "Rata-rata memang muntah sama mual dan pusing," ucap Mulyati.

13 hours ago
6










































