Soroti Mark Up Anggaran, Prabowo: Malu Kita dengan Bangsa Lain

1 month ago 16

Presiden Prabowo Subianto kembali menyindir keras direksi badan usaha milik negara (BUMN) yang mencatatkan kerugian tetapi tetap meminta tantiem. Sindiran tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan pada acara peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto menyebut praktik 'mark up' anggaran seperti bentuk pencurian di siang bolong yang merugikan negara dan rakyat. Praktik ini membuat Indonesia malu dengan bangsa lain. 

"Malu kita dengan bangsa lain, dan malu terutama dengan rakyat kita. Praktik-praktik mark up, penipuan. Mark up itu adalah penipuan dan pencurian, mencuri di siang bolong," ujar Prabowo dalam peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat praktik tersebut semakin mudah terungkap, sehingga upaya mempertahankan pola-pola lama dinilai keliru dan memprihatinkan.

"Kalau ada pejabat yang ingin melaksanakan praktik-praktik lama, saya kira sangat keliru, Kita prihatin. Saya tidak tahu berapa direksi Pertamina yang sudah masuk penjara, saya tidak tahu," kata Presiden.

Prabowo menegaskan negara membutuhkan manajemen terbaik yang mampu mengelola perusahaan secara profesional dan bertanggung jawab. "Karena Negara dan bangsa Membutuhkan dan menuntut Manajemen yang terbaik, Kelola dengan baik," kata Kepala Negara. 

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|