Harianjogja.com, BOGOR—Pemerintah memastikan stok beras nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk Imlek dan Ramadhan, dengan jumlah cadangan yang tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 3,3 juta ton, sehingga pemerintah optimistis mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus harga pangan pokok di tengah potensi lonjakan kebutuhan masyarakat pada periode konsumsi tinggi.
“Stok kita aman. Stok beras kita 3,3 juta ton dan tertinggi sepanjang sejarah, jadi aman,” kata Amran usai menghadiri acara "Retreat Bela Negara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)" di Bogor, Jumat (30/1/2026).
Ia menegaskan beras merupakan komoditas strategis yang secara konsisten menjadi perhatian utama pemerintah karena memiliki pengaruh langsung terhadap inflasi serta daya beli masyarakat, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan yang identik dengan peningkatan konsumsi.
Selain memastikan ketersediaan beras nasional, Amran juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan peningkatan produksi sektor peternakan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah.
Menurut dia, implementasi Program Makan Bergizi Gratis akan memicu lonjakan kebutuhan pangan hewani dalam jumlah besar, khususnya komoditas telur dan daging ayam, sehingga seluruh kesiapan produksi harus dilakukan sejak dini agar pasokan tetap stabil.
“Kalau kita ikuti program MBG, kita butuh tambahan telur sekitar 0,7 juta ton dan daging ayam sekitar 1,1 juta ton. Ini harus kita siapkan dari sekarang,” ujarnya.
Ia menjelaskan Kementerian Pertanian bersama kementerian dan lembaga terkait mendorong penguatan sektor hulu peternakan, mulai dari ketersediaan pakan, anak ayam umur sehari (DOC), hingga dukungan vaksin serta infrastruktur pendukung lainnya.
Penguatan produksi di sektor peternakan tersebut dinilai krusial agar peningkatan permintaan akibat pelaksanaan MBG dapat dipenuhi dari dalam negeri tanpa memicu tekanan harga di tingkat konsumen.
Di sisi lain, Amran juga menyinggung kesiapan pasokan beras nasional untuk mendukung kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi, meski belum merinci lebih lanjut skema ekspor maupun bentuk kerja sama yang tengah disiapkan pemerintah.
“Doakan-doakan. Yang jelas berasnya siap,” ucap Amran singkat menanggapi peluang ekspor beras Indonesia sekaligus pengiriman stok beras untuk kebutuhan jamaah haji.
Amran menambahkan, pemerintah saat ini memprioritaskan penguatan ketahanan pangan nasional sebagai fondasi utama stabilitas ekonomi, terutama di tengah dinamika global dan kondisi cuaca yang masih berpotensi memengaruhi rantai pasok pangan.
Ia menilai keberhasilan menjaga pasokan dan harga pangan nasional tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari peran petani, pelaku usaha, hingga dukungan kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
Menurut dia, pemerintah akan terus memantau perkembangan produksi serta distribusi pangan secara berkala agar kebijakan yang diterapkan tetap adaptif terhadap kondisi riil di lapangan.
“Ketahanan pangan adalah kunci. Kalau pangan aman, negara juga lebih stabil,” tutur dia, seiring upaya pemerintah menjaga kesinambungan stok beras nasional dan penguatan produksi pangan hewani untuk menopang pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis serta stabilitas harga pangan dalam jangka menengah hingga panjang.

















































