Malaysia tingkatkan perekonomian dengan perluas pasar dan perdagangan.
REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR, – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa strategi utama untuk meningkatkan perekonomian negara adalah dengan memperluas pasar dan perdagangan. Hal ini disampaikan Anwar dalam sesi tanya jawab di parlemen Malaysia, Kuala Lumpur, Selasa (27/1).
Menurut Anwar, Malaysia telah mencatat penjualan ekspor sebesar 45,4 miliar ringgit pada tahun 2025 berkat hubungan perdagangan dengan berbagai negara seperti Inggris, Thailand, Rusia, dan Tiongkok. Fokus utama ekspor meliputi gas alam cair (LNG), minyak kelapa sawit, serta produk elektrik dan elektronik, terutama semikonduktor.
Malaysia juga berhasil menghadapi tantangan global, termasuk dampak kebijakan Amerika Serikat dan ketegangan sosial-politik. Anwar mengungkapkan bahwa nilai perdagangan tertinggi dalam sejarah, yaitu 3,061 triliun ringgit, tercapai berkat sikap terbuka Malaysia terhadap perdagangan bebas.
Selain itu, nilai ekspor Malaysia mencapai 1,63 triliun ringgit, meningkat 6,5% dibandingkan tahun 2024. Kinerja surplus perdagangan juga meningkat 9,2%, mencapai 151,80 miliar ringgit.
Untuk memperluas pasar, Malaysia menetapkan sejumlah negara sebagai mitra baru perdagangan, termasuk Kirgizstan, Yaman, dan Maroko. Anwar menekankan bahwa pasar baru ini memberikan peluang besar bagi Malaysia untuk memperluas kesempatan perdagangan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

19 hours ago
4















































