Sulbar kembangkan aplikasi tenaga listrik mandiri bantu warga miskin.
REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU, – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat mengembangkan aplikasi ketenagalistrikan mandiri untuk mendukung program listrik gratis bagi masyarakat miskin. Inisiatif ini diumumkan oleh Qamaruddin Kamil, Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Sulbar, di Mamuju pada hari Rabu.
Aplikasi ini dikembangkan bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Provinsi Sulbar dan bertujuan untuk mempermudah proses pengusulan dan perencanaan program, verifikasi data Rumah Tangga Sasaran (RTS), serta monitoring distribusi bantuan listrik gratis. Selain itu, aplikasi ini juga memungkinkan perhitungan Rasio Elektrifikasi (RE) secara real time di seluruh wilayah Sulbar.
Saat ini, Rasio Elektrifikasi (RE) PLN di Sulbar telah mencapai 90,97 persen. Namun, masih ada sekitar sembilan persen atau 36.000 rumah tangga yang belum menikmati listrik PLN dan bergantung pada sambungan listrik dari tetangga atau pembangkit listrik mandiri seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).
Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulbar, Bujaeramy Hassan, menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong inovasi yang relevan dalam mendukung pelaksanaan tugas setiap bidang. Tujuannya adalah untuk memperkuat penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan meningkatkan kualitas layanan publik di sektor energi dan sumber daya mineral.
Melalui pengembangan aplikasi ini, diharapkan pelaksanaan program listrik gratis dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan tepat sasaran demi mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulbar.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 month ago
7
















































